Angin Kencang Terjang Pemalang Selatan, Robohkan Bangunan dan Pohon

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEMALANG, MNP – Bencana angin kencang melanda wilayah kecamatan Moga dan sekitarnya sejak Kamis (23/07) hingga pagi hari ini, Jum’at (24/07).

Kejadian tersebut mengakibatkan sebuah rumah di RT 006/ RW 003 Dukuh Kembang, Desa Mandiraja, Kecamatan Moga rusak tertimpa pohon kelapa.

Selain itu, pohon tumbang juga mengakibatkan kabel PLN terputus sehingga di wilayah ini aliran listrik sementara padam, sementara itu relawan gabungan sedang bersiap melakukan evakuasi ke lokasi kejadian.

Suasana di desa Mandiraja yang awalnya biasa saja mendadak berubah mencekam ketika gemuruh angin kencang berputar kencang menerjang wilayah Desa di Kecamatan Moga tersebut.

Berdasarkan pantauan di lapangan, terjangan angin merontokkan genting serta merusak bagian atap rumah warga dalam hitungan menit.

“Anginnya datang tiba-tiba, gemuruhnya kencang sekali. Warga langsung lari keluar karena takut atap rumah ambruk,” ujar salah seorang warga setempat yang tidak mau disebut namanya.

Tidak hanya merusak perumahan warga, amukan angin ribut ini juga merobohkan pohon-pohon besar di ruas jalan utama wilayah Dukuh Kembang.

Batang pohon yang melintang menutup badan jalan sempat menghentikan laju kendaraan dari kedua arah.

Mendapat laporan darurat dari warga, tim gabungan relawan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang langsung bergerak cepat menuju lokasi.

Petugas berjibaku memotong batang pohon yang menutupi jalan agar akses transportasi bisa kembali normal.

Kepala Pelaksana BPBD Pemalang Agus Ikmalludin, saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya mengatakan, dengan adanya kondisi angin kencang saat ini, warga dihimbau untuk waspada dan berhati-hati, setiap saat bencana bisa terjadi.

“Masyarakat untuk memperhatikan kondisi lingkungan sekitarnya, karena bencana hidrometeorologi kering dapat berdampak pada kenaikan suhu, angin kencang yang berpotensi terjadinya bencana, setiap saat,” terang Agus Jum’at (24/7).

Hingga berita ini diturunkan, petugas masih mendata kerugian material akibat kerusakan rumah. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini.

Pihak berwenang terus mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan, yang mengakibatkan terjadinya bencana alam.

Loading

Penulis : Ragil

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Bupati Bogor Tinjau Ratusan Siswa SMPN 1 dan 2 Dramaga Diduga Keracunan MBG
Pembangunan Drainase Sukamenak Rampung Sesuai Spesifikasi, Warga Sambut Lingkungan Lebih Nyaman
Kejutan Hari Sumpah Pemuda di Tasikmalaya, Ratusan Mahasiswa Demo, Gerbang DPRD Roboh
Semarak Mangkubumi Fest 2026: Sambut HUT ke-25 Kota Tasikmalaya Lewat Jalan Santai Bersedekah dan Sholawat
Ketum SWI Resmi Buka UKW Zona Kalsel: Cetak Jurnalis Kompeten Sesuai Standar Dewan Pers
IGORNAS Cup Kota Tasikmalaya Resmi Dibuka, Jaring Bibit Atlet SD
Polisi Ungkap Penyalahgunaan Solar Subsidi 8.400 Liter di Katibung
Polsek Patangkep Tutui Selidiki Temuan Mayat Perempuan Lansia dengan Luka Bakar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:21 WIB

Bupati Bogor Tinjau Ratusan Siswa SMPN 1 dan 2 Dramaga Diduga Keracunan MBG

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Pembangunan Drainase Sukamenak Rampung Sesuai Spesifikasi, Warga Sambut Lingkungan Lebih Nyaman

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Kejutan Hari Sumpah Pemuda di Tasikmalaya, Ratusan Mahasiswa Demo, Gerbang DPRD Roboh

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Semarak Mangkubumi Fest 2026: Sambut HUT ke-25 Kota Tasikmalaya Lewat Jalan Santai Bersedekah dan Sholawat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Ketum SWI Resmi Buka UKW Zona Kalsel: Cetak Jurnalis Kompeten Sesuai Standar Dewan Pers

Berita Terbaru