Anggaran PMT Tak Kunjung Cair, Kegiatan Posyandu Tetap Berjalan: Kader Bergerak, Pemerintah Kemana?

Senin, 10 November 2025 - 10:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, MNP – Di tengah belum cairnya anggaran Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk Posyandu Aneka Karya di Kp Margaluyu RW 01, Desa Wanakerta, Kacamatan Cibatu, kegiatan pelayanan kesehatan balita, ibu hamil, dan lansia di Posyandu tersebut tetap terus berjalan, Senin (10/11/2025).

Para kader posyandu memilih untuk tidak berhenti memberikan pelayanan, meski situasi anggaran yang mestinya menjadi hak program tersebut hingga kini belum terealisasi.

Para kader akhirnya mengambil langkah mandiri dengan mengajukan bantuan sementara ke kas RW, demi memastikan menu PMT tetap dapat disajikan dalam kegiatan posyandu.

Situasi ini tentu menimbulkan pertanyaan besar tentang transparansi, dan kecepatan penyaluran anggaran yang seharusnya rutin dan terjadwal.

“Kader itu bekerja tanpa pamrih, sementara anggaran yang seharusnya mendukung kegiatan malah tertahan, jika kader tidak bergerak, kegiatan bisa saja berhenti, tapi untuk kepentingan masyarakat, kami tetap jalankan,” ungkap Aom Rani ketua kader posyandu.

Berikut warga yang hadir dalam kegiatan posyandu mengaku bangga dengan kerja keras kader, namun tak menutupi rasa kecewa terhadap lambannya realisasi anggaran.

“Kalau bukan karena kader, posyandu mungkin tidak jalan. Tapi kami heran, kenapa anggaran bisa terlambat? Ini kan untuk kesehatan anak-anak kami. Harusnya ini jadi prioritas,” tutur Mimin dari warga.

Kemudian warga berharap pemerintah tidak menutup mata, dan segera menuntaskan persoalan anggaran agar pelayanan posyandu dapat berjalan, dengan dukungan penuh.

Kegiatan posyandu adalah ujung tombak pelayanan kesehatan dasar masyarakat, ketika anggaran terlambat, yang tersandung bukan hanya program, tetapi masa depan kesehatan warga desa.

Kader memang telah menunjukkan komitmen dan pengabdian luar biasa, tetapi komitmen tersebut tidak boleh dimanfaatkan sebagai alasan pembiaran masalah anggaran.

Kini publik menunggu respons cepat dan nyata dari pemerintah desa Wanakerta serta instansi terkait. Apakah kepentingan kesehatan masyarakat akan tetap menjadi prioritas, atau hanya slogan semata?

Loading

Berita Terkait

Tinjau Sawah 78 Hektare di Teluk Sungkai, Wabup Inhu Komitmen Penuhi Kebutuhan Petani
Apresiasi Kelulusan 100%, SMPN 16 Kota Tasikmalaya Kalungkan Medali untuk 274 Siswa
Silaturahmi RT dan RW Se-Desa Kadipaten, Kades Ajak Warga Jaga Persatuan dan Kesatuan
Polisi Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Tambang Ilegal ke Kejari Lampung Selatan
Tito A. Purnomo Siap Bangun Hubungan Harmonis dengan Masyarakat Desa Buniasih
Dua Kecamatan di Inhu Dikepung Penambang Emas Ilegal, Polda Riau dan Kapolres Didesak Turun Tangan
Tantangan Ekonomi Kota Tasikmalaya: Di Tengah Kenaikan BBM Non-Subsidi dan Tuntutan Efisiensi Anggaran
Dugaan Proyek Fiktif di Bartim Menggurita, Setelah Badampu-Bantayum, Muncul “Peningkatan Jalan Inspeksi D.I Pangkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:29 WIB

Tinjau Sawah 78 Hektare di Teluk Sungkai, Wabup Inhu Komitmen Penuhi Kebutuhan Petani

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:30 WIB

Apresiasi Kelulusan 100%, SMPN 16 Kota Tasikmalaya Kalungkan Medali untuk 274 Siswa

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:06 WIB

Silaturahmi RT dan RW Se-Desa Kadipaten, Kades Ajak Warga Jaga Persatuan dan Kesatuan

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:39 WIB

Polisi Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Tambang Ilegal ke Kejari Lampung Selatan

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:06 WIB

Tito A. Purnomo Siap Bangun Hubungan Harmonis dengan Masyarakat Desa Buniasih

Berita Terbaru