Garut, MNP – Di tengah belum cairnya anggaran Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk Posyandu Aneka Karya di Kp Margaluyu RW 01, Desa Wanakerta, Kacamatan Cibatu, kegiatan pelayanan kesehatan balita, ibu hamil, dan lansia di Posyandu tersebut tetap terus berjalan, Senin (10/11/2025).
Para kader posyandu memilih untuk tidak berhenti memberikan pelayanan, meski situasi anggaran yang mestinya menjadi hak program tersebut hingga kini belum terealisasi.
Para kader akhirnya mengambil langkah mandiri dengan mengajukan bantuan sementara ke kas RW, demi memastikan menu PMT tetap dapat disajikan dalam kegiatan posyandu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Situasi ini tentu menimbulkan pertanyaan besar tentang transparansi, dan kecepatan penyaluran anggaran yang seharusnya rutin dan terjadwal.
“Kader itu bekerja tanpa pamrih, sementara anggaran yang seharusnya mendukung kegiatan malah tertahan, jika kader tidak bergerak, kegiatan bisa saja berhenti, tapi untuk kepentingan masyarakat, kami tetap jalankan,” ungkap Aom Rani ketua kader posyandu.
Berikut warga yang hadir dalam kegiatan posyandu mengaku bangga dengan kerja keras kader, namun tak menutupi rasa kecewa terhadap lambannya realisasi anggaran.
“Kalau bukan karena kader, posyandu mungkin tidak jalan. Tapi kami heran, kenapa anggaran bisa terlambat? Ini kan untuk kesehatan anak-anak kami. Harusnya ini jadi prioritas,” tutur Mimin dari warga.

Kemudian warga berharap pemerintah tidak menutup mata, dan segera menuntaskan persoalan anggaran agar pelayanan posyandu dapat berjalan, dengan dukungan penuh.
Kegiatan posyandu adalah ujung tombak pelayanan kesehatan dasar masyarakat, ketika anggaran terlambat, yang tersandung bukan hanya program, tetapi masa depan kesehatan warga desa.
Kader memang telah menunjukkan komitmen dan pengabdian luar biasa, tetapi komitmen tersebut tidak boleh dimanfaatkan sebagai alasan pembiaran masalah anggaran.
Kini publik menunggu respons cepat dan nyata dari pemerintah desa Wanakerta serta instansi terkait. Apakah kepentingan kesehatan masyarakat akan tetap menjadi prioritas, atau hanya slogan semata?
![]()









Tinggalkan Balasan