Adat Khas Sunda ‘Ki Lengser’, Bertahan ditengah Kemajuan Zaman

Minggu, 9 Juli 2023 - 12:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Ragam tradisi dan adat istiadat di Indonesia selalu memiliki keunikan dan keistimewaannya tersendiri. Salah satunya di Suku Sunda provinsi Jawa Barat.

Dalam menyambut mempelai pengantin, biasanya sudah menjadi kebiasaan masyarakat Sunda memiliki tradisi arak-arakan pengantin menuju pelaminan.

Seperti halnya dalam pernikahan Aryani dan Muhamad Rizki yang berlangsung di kp Sambong Tengah Mangkubumi kota Tasikmalaya, Minggu (09/07/2023).

Kesenian lengser dari Rundayan Eyang Rd Karsid Sambong Tengah dalam menyambut pengantin ini merupakan anak cucu atau keturunan uyut Inong yang harus dilestarikan, karena kesenian leluhur ini harus tetap dijaga.

Hal ini dikatakan Ki Lenogser Nanang Tarya kepada MNP usai penyambutan pengantin pria. Dia menyebut, berbagai kesenian atau budaya yang bisa kita dapat dari seni budaya leluhur Jawa Barat atau Suku Sunda agar tidak punah dan dipangkas oleh budaya Asing.

“Maka dengan kita harus bisa menjaga warisan budaya yang ada sekarang. Karena didalamnya seni budaya Sunda maha dahsyat dapat dilihat dan dibuktikan bukan merupakan dongeng belaka, juga untuk menjaga karakteristiknya leluhur kita untuk diwariskan melalui anak cucunya secara turun-temurun,” terangnya.

Bahkan lanjut Ki Lenogser Nanang Tarya, sekarang masyarakat tinggal melihat di situs Internet atau media sosial hal ini dilakukan agar senantiasa terjaga dan dikenalkan ke publik.

“Seni dan Budaya merupakan suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi,” imbuhnya.

Dengan kesimpulan Rundayan Eyang Rd Karsid Sambong Tengah Mangkubumi rencana kedepannya tidak hanya seni Lengser saja yang akan dikenalkan ke publik, masih banyak lagi seni budaya Sunda seperti Calung, Pencak Silat, Ritual Leluhur kabuyutan dan Jaipong.

“Melestarikan Budaya Leluhur merupakan sebagian dari melestarikannya, karena menjaga budaya sama saja menjaga alam, budaya hingga menjadikan Budaya itu sebagai sahabat sehingga bisa hidup secara berdampingan,” pungkasnya. (Gobreg).

Loading

Berita Terkait

Tanggapi Gelombang Penolakan, Owner Kings Family Karaoke: Asumsi Harus Dibuktikan Melalui Hukum
Pimpin DPC GAMKI Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi Fokus Konsolidasi Pemuda Lintas Komunitas
Tatap Indonesia Emas 2045, PMII STISIP Tasikmalaya Ingatkan Bonus Demografi Tak Cukup Sebatas Slogan
Bantu Kesehatan Masyarakat dan Gelar Verifikasi DPRt, NasDem Kota Tasikmalaya Targetkan Kursi Pemilu 2029
Ancaman Digital Mengintai Anak! Sekolah dan Orangtua Dituntut Bersinergi Perkuat Pendidikan Agama
Andreas Simanjuntak Minta GAMKI Tasikmalaya Lahirkan Kader Berani dan Kritis
Gandeng Dinas PU dan TNI-Polri, Kades Lentu Pimpin Warga Normalisasi Irigasi Jelang Musim Tanam
Bau Tak Sedap Pekerjaan Jalan Provinsi Patung-Hayaping, Diduga Jadi Ajang Jual Beli Proyek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Tanggapi Gelombang Penolakan, Owner Kings Family Karaoke: Asumsi Harus Dibuktikan Melalui Hukum

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Pimpin DPC GAMKI Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi Fokus Konsolidasi Pemuda Lintas Komunitas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Tatap Indonesia Emas 2045, PMII STISIP Tasikmalaya Ingatkan Bonus Demografi Tak Cukup Sebatas Slogan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Bantu Kesehatan Masyarakat dan Gelar Verifikasi DPRt, NasDem Kota Tasikmalaya Targetkan Kursi Pemilu 2029

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Ancaman Digital Mengintai Anak! Sekolah dan Orangtua Dituntut Bersinergi Perkuat Pendidikan Agama

Berita Terbaru