Tasikmalaya, MNP – Mengusung tema Mapag Sasih Romadon, Paguron Kesundaan Tasikmalaya menggelar acara Ngabako Saamparan yang diartikan Ngalap Barokah Kolot atau mengharap barokah dari orang tua.
Meskipun dilaksanakan diluar Pendopo Pemda Tasikmalaya dengan cuaca dingin, namun dalam prosesinya berjalan tertib dan lancar, Senin malam tadi (06/03).
Perwakilan acara Ngabako Saamparan Ki Sanca Wulung Galunggung menyebutkan, walaupun pihaknya tidak diizinkan menggelar acara di dalam Pendopo, tetapi acara berjalan dengan khidmat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sebetulnya kami dan Kawargian Sukapura (KWS) jauh jauh hari memberitahukan melalui Sekpri Bupati Tasikmalaya, tetapi tetap tidak diijinkan dengan alasan gedung Pendopo mau direnovasi,” sebutnya.
Namun terang Ki Sanca Wulung Galunggung, mau mendapat ijin ataupun tidak pihaknya tetap menggelar acara Ngabako Saamparan ke 28 ini walau tempatnya di luar pagar Pendopo.
“Perlu diketahui dan diperhatikan, gedung Pendopo bukan milik Pemda kabupaten ataupun kota Tasikmalaya, Pendopo milik masyarakat masyarakat Tasikmalaya,” tegas Ki Sanca.
Dia memaklumi, ditengah budaya Kasundaan masih lemah karena kurang perhatian dari pemerintah daerah, tetapi pihaknya mengajak masyarakat harus mencintai budaya leluhurnya.
Selain itu kata Ki Sanca, pihaknya juga akan mengajukan adanya Dewan Kebudayaan, karena budaya urang Sunda jangan sampai terbengkalai, harus mempunyai agenda setiap tahun.
“Di Tasikmalaya ini banyak situs bersejarah seperti Situ Gede, Situ Cibeureum dan Galunggung yang patut disyukuri karena situs dan alamnya,” tutup Ki Sanca. (SN)
![]()









Tinggalkan Balasan