Aksi 100 Juta Koin untuk Ridwan Kamil, Yayasan PADI: Save Citanduy-Ciloseh

Sabtu, 25 Maret 2023 - 11:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Yayasan PADI (Peradaban Demokrasi Indonesia) akan terus melakukan aksi damai dengan coretan kritikan kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Aksi ini sebagai bentuk protes atas apatisme para pejabat terkait yang dinilai tidak peduli dengan kondisi Sungai Citanduy, Cimulu dan Ciloseh.

Seperti terlihat spanduk yang terbentang di jembatan Simpang Lima kota Tasikmalaya yang bertuliskan “Posko Sumbangan Rp 100 juta koin untuk Bapak Gubernur Jabar, Save Citanduy, Ciloseh”

Yayasan Padi mengaku kecewa, lantaran Gubernur Jawa Barat kurang tanggap terhadap masalah yang terjadi di Sungai yang melintas wilayah Kota Tasikmalaya.

Iwan Restiawan Ketua Umum Yayasan Padi mengatakan, pihaknya akan terus menyuarakan aspirasi melalui spanduk sampai Gubernur Jabar Ridwan Kamil mau turun langsung ke Kota Tasikmalaya melihat langsung kondisi Sungai Citanduy, Ciloseh maupun Cimulu.

“Ketiga sungai tersebut saat ini kondisi kedalamannya itu sudah dangkal, tidak ada aksi pengerukan oleh Intansi terkait yang bisa menyebabkan air meluap dan banjir saat hujan turun,” tegas Iwan di Sekretariat Yayasan Padi di Jln, Dinding Ari Raya Perumahan Bumi Resik Panglayungan, Kota Tasikmalaya, Jum’at (24/03/2023).

Menurutnya, idealnya Sungai Citanduy itu seharusnya sebulan sekali harus dikeruk teknisnya dari BWWS Citanduy Banjar.

“Sekarang coba sudah beberapa bulan tidak di keruk, kalau hujan ini banjir lagi,” kata Iwan dengan mimik serius.

Dia menyebut, masalah sungai ini bukan tanggungjawab lagi tim teknis PSDA Provinsi. Pasalnya, mereka punya atasan Kasus PUTR Provinsi, lalu diatasnya ada Gubernur Jawa Barat.

“Nah kalau yang dibawah sudah lalai, sudah ogah ogahan bekerja, ya sudah saya ngomongnya ke siapa, ya ke Gubernur,” ujarnya.

Iwan lantas menyinggung adanya pembangunan di bantaran sungai yang menyalahi aturan bahkan salah satu bangunan yang ada di simpang lima itu cukup menjorok ke bantaran sungai.

“Padahal di situ merupakan pintu air yang mempertemukan beberapa sungai masuk ke Cimulu.

Setelah di cek, secara IMB bangunan itu normatif, tapi pada kenyataannya dalam pembangunannya itu dihabiskan dan bahkan dipakai usaha pribadi.

“Ini terjadi pembiaran oleh para intansi terkait yang sudah tahunan. Bahkan satu hal lagi menurut masyarakat di sana limbahnya diduga bahaya,” pungkas Iwan. (Lex)

Loading

Berita Terkait

Tegang! Karyawan PT SBL Tertibkan Rombongan Mengaku KSO Agrinas di Indragiri Hulu
Tingkatkan Kualitas PAUD, Kober Bunda Hati Launching Hasil Revitalisasi Sarpras
Narapidana Dipindahkan Dari Rutan Jakarta Pusat, Keamanan dan Pembinaan Jadi Fokus
SMPN 1 Petarukan Perkuat Skill Digital Para Guru
350 Peserta Lintas Generasi Unjuk Gigi di Pasanggiri Tasik Oktober Festival
Cinta Bersemi Sejak Bangku SMA, Kisah Cinta Dian dan Dicky Berakhir Bahagia di Pelaminan 
Ngaku Sudah Tabayun, Kuasa Hukum Kings Family Karaoke Minta Soal Izin Bahas Proporsional
Asesmen Warga Binaan Lapas Kendal, Dukung Program Rehabilitasi dan Re-edukasi Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:33 WIB

Tegang! Karyawan PT SBL Tertibkan Rombongan Mengaku KSO Agrinas di Indragiri Hulu

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:36 WIB

Tingkatkan Kualitas PAUD, Kober Bunda Hati Launching Hasil Revitalisasi Sarpras

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Narapidana Dipindahkan Dari Rutan Jakarta Pusat, Keamanan dan Pembinaan Jadi Fokus

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:35 WIB

SMPN 1 Petarukan Perkuat Skill Digital Para Guru

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:30 WIB

350 Peserta Lintas Generasi Unjuk Gigi di Pasanggiri Tasik Oktober Festival

Berita Terbaru

Berita terbaru

SMPN 1 Petarukan Perkuat Skill Digital Para Guru

Sabtu, 10 Okt 2026 - 13:35 WIB