Tasikmalaya, MNP – Aliansi Tasikmalaya Bergerak yang terdiri dari BEM Tasikmalaya, Kasbi, IMM Tasik, KMRT melakukan demonstrasi depan gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Selasa (28/02/2023).
Aksi ini terkait adanya polemik Perppu No.2 tahun 2022 dalam Undang-undang Cipta Kerja.
Namun, aksi yang semula berjalan lancar menjadi kisruh, sehingga terjadi saling dorong di antara massa aksi dan pihak kepolisian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Atas insiden itu, Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) salah satu kelompok massa aksi memilih mundur dari demo tersebut.
Gandung Cahyono koordinator KASBI menyampaikan alasan alasanya organisasinya mundur menarik diri dari aksi.
Dia menjelaskan, KASBI ikut bersama aliansi dari rekan mahasiswa dll dengan harapan esensi yang disampaikan pada tujuan kali ini tersampaikan baik ke mata Pemerintahan maupun masyarakat.
“Kami terpaksa menarik diri karena substansi yang kita sampaikan akhirnya berubah yang tadinya niatan secara kondusif menyampaikan aspirasi kita dan kawan kawan sudah sia sia lagi (kisruh, red),” kata Gandung.
KASBI sendiri akan tetap melakukan aksi terkait dengan perpu Cipta Kerja tersebut.
“Kalau kami tetap berjuang terkait dengan penolakan Perpu Cipta Kerja dengan kondisi terpisah, terus terang kami merasa dikhianati,” sebutnya.
Menanggapi mundurnya Kasbi dari kegiatan aksi, Muhammad Ilham Korlap Mahasiswa menghargai segala sikap yang diambil itu.
Menurut Ilham, bagaimanapun tetap ini suatu perjuangan yaitu mengatasnamakan rakyat dan mengatasnamakan hak hak petani, buruh, mahasiswa, pelajar dan semuanya,
Ilham berharap, kejadian ini menjadi langkah awal dan evaluasi bersama, tentu selanjutnya rekan mahasiswa harus berkomunikasi bersama KASBI, berkomunikasi dengan pihak pihak terkait.
“Terkait dengan evaluasi gerakan aksi masa kali ini, karena ini langkah awal akan ada aksi aksi selanjutnya sampai Perpu ini dicabut oleh presiden,” pungkasnya. (Lex)
![]()









Tinggalkan Balasan