Tasikmalaya, MNP – Ketua DPK KNPI Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya Ajang Muhammad Rinto Falah menyoroti program bantuan di daerahnya.
Dirinya menyebut, setiap usulan yang bersifat dana hibah untuk kelompok pada kenyataannya dalam pengelolaan menjadi carut marut dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.
“Bantuan itu untuk perputaran kesejahteraan semua, tapi sering menjadi kepentingan pribadi. Misalkan peralatan mesin untuk tani, dari tahun ke tahun dimana kejelasan bantuan tersebut,” ucapnya kepada MNP usai Musrenbang tingkat Kecamatan Cibeureum, Selasa (31/01).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ajang mempertanyakan, pos hibah itu dari anggaran mana? Apakah APBD Kota, Banprov atau APBN, Banprov atau APBD Kota, karena menurutnya sampai saat ini tidak jelas pertanggungjawabannya.
“Bantuan hibah ini diwakili kelompok, tapi terkadang menjadi kepentingan pribadi, apakah itu prioritas atau bukan? saya rasa harus lebih benar-benar dikaji lagi dalam menentukan rancangan RKPD-nya,” cetus Ajang.
Dirinya mengaku ingin berbicara langsung dengan Camat Cibeureum dan stakeholder terkait dalam hal ini Bappelitbangda Kota Tasikmalaya yang merancang RKPD.
“Pak camat tolong berfikir dalam usulan kegiatan kami (bidang kepemudaan, red) hanya mengusulkan saja tiap tahun, tapi realisasinya tidak ada,” tegasnya. (Sn).
![]()









Tinggalkan Balasan