Tasikmalaya, MNP – Pegiat seni Tasikmalaya yang tergabung dalam Komunitas Lengser Ambu Tasikmalaya (KLASIK) peringati harlah ke 4.
Dalam momen tersebut, bersamaan dengan Asosiasi Seniman Tari Indonesia (ASETI) yang merayakan hari jadinya ke 1 yang berlangsung di gedung kesenian kota Tasikmalaya, Selasa (24/01).
Kegiatan Milangkala ini menyajikan kreativitas seni Lengser dan Ambu tingkat pelajar melalui kreativitas seni khas budaya leluhur suku Sunda
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Para abah lengser dan ambu tampak begitu energik menari yang diselingi dengan candaan gaya khasnya, sehingga membuat Harlah ini menjadi meriah.
Kepala Bidang kebudayaan kota Tasikmalaya Suroyo menyebutkan, Lengser Ambu ini sebetulnya adalah perwujudan nama-nama baru di jaman sekarang.
“Ambu dan lengser artinya kebudayaan ini masih dipertahankan masyarakat Jawa Barat. Lengser Ambu ini merupakan satu profesi, artinya bahwa aspek legal formal untuk membawanya ke kurikulum sekolah,” kata Suroyo.
Dirinya berharap, Lengser Ambu ini jangan sampai hilang da harus dilestarikan dan kita wujudkan masuk dalam barisan budaya.
“Nantinya, generasi ke generasi mereka yang akan menggantikan Lengser Ambu yang sudah tidak bisa melaksanakan kegiatan lagi,” pungkas Suroyo. (Sn)
![]()









Tinggalkan Balasan