Tasikmalaya, MNP – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan Sukalaksana Kec Bungursari Kota Tasikmalaya tidak sesuai harapan.
Pasalnya, sepuluh Anggota legislatif (anleg) DPRD kota Tasikmalaya tidak ada satupun yang hadir di acara tersebut yang berlangsung di Aula kelurahan Sukalaksana, Kamis (19/01/2023).
“Yang kita harapkan sebelumnya ada perwakilan dari dewan daerah pemilihan satu bisa menghadiri kegiatan ini,” ungkap Ketua LPM Kelurahan Sukalaksana Aan Sumarna saat dikonfirmasi wartawan MNP, Kamis (19/01).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kehadiran anggota Dewan dinilai penting oleh peserta musyawarah ini, karena semua masukan yang diungkapkan dalam Musrenbang juga dapat menjadi acuan anggota DPRD untuk menentukan pokok pikiran (pokir) mereka.
“Pokir itu merupakan kewajiban anggota legislatif menjaring aspirasi dari masyarakat. Aspirasi itu kemudian akan ditindaklanjuti para wakil rakyat ke eksekutif saat perancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD),” jelas Aan.
Ditempat sama, Lurah Sukalaksana Ikin Sodikin menyebutkan, semua usulan yang tadi dibahas ada 10 kegiatan dari Insfratruktur yang akan diusulkan ke Musrenbang tingkat kecamatan.
Namun kata Ikin, ada ganjalan dalam kegiatan Musrembang ini, sebab sangat disayangkan tidak ada satupun anggota dewan yang hadir, padahal undangan sudah ditayangkan tiga hari kebelakang.
“Harapan saya ada perwakilan dari legislatif yang menghadiri acara Musrenbang ini,” tandasnya.
Musrenbang Kelurahan Sukarindik tahun anggaran 2024
Lurah Sukarindik Ayi Rahmatilah mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat undangan ke tiap dewan dapil I, namun kebetulan tidak bisa ada yang hadir.
Padahal lanjut Ayi, pihaknya sudah menyiapkan usulan atau aspirasi warga yang akan dikomunikasikan dengan dewan, karena tidak semua akan terealisasi dana kelurahan.
“Sudah ada konfirmasi dari DPRD, Pak Aslim sedang kegiatan diluar daerah, pun Muslim sedang ada kegiatan partai. Namun, Pak Muslim menelepon saya, nanti hari Jumat akan ketemu dan minta data usulan warga yang akan dimasukan ke Pokir,” ujar Ayi.
Sementara itu, anggota LPM Sukarindik Habib mengutarakan ketidakpuasannya yang sama dirasakan kelurahan lain.
“Iya, ketidakhadiran dari dewan legislatif di acara Musrembang membuat sedikit rasa kecewa bukan hanya dari perwakilan LPM saja, tetapi ketua RT RW,” ucap Habib. (Gobreg).
![]()









Tinggalkan Balasan