Pemalang, MNP.com – Koperasi Unit Desa (KUD) Mina Misoyo Makmur Desa Asemdoyong, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang Provinsi Jawa Tengah bagikan beras paceklik nelayan tahun 2022.
Pembagian beras dilakukan secara simbolis oleh Plt Bupati Pemalang, Mansur Hidayat kepada salah seorang nelayan di KUD Mina Misoyo Makmur Desa Asemdoyong, Selasa, (10/01/2023).
Dalam kesempatan itu, Plt Bupati Pemalang, Mansur Hidayat berharap beras paceklik ini dapat meringankan beban masyarakat nelayan di wilayah kerja KUD Mina Misoyo Makmur Desa Asemdoyong.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ditempat sama, Kepala KUD Mina Misoyo Makmur Desa Asemdoyong, H.Suroso mengatakan, pihaknya hari ini membagikan beras paceklik sebanyak 47.376 kg kepada sekira 5.922 nelayan di wilayah kerjanya.
“Bantuan beras ini meliputi Desa Asemdoyong, Nyamplungsari, Kabunan dan Danasari. Dalam pembagian beras itu, setiap penerima mendapatkan 8 kg beras,” jelas Suroso.
Dirinya menjelaskan, beras bantuan ini dibagikan kepada para nelayan setiap musim paceklik. Para nelayan mengalami musim paceklik akibat tidak melaut. Faktornya adalah karena kondisi cuaca yang tidak bersahabat.
“Seperti kemarin kan tidak ada orang melaut sampai 10 hari, nah (beras) saya keluarkan. Kan lumayan juga,” ujar Suroso.
Disebutkan, pembagian beras untuk masa paceklik bagi para nelayan ini sudah dilakukan sejak dulu, dari ketika KUD Mina Misoyo Makmur masih dikelola oleh Pemprov Jateng. Kala itu, setiap penerima mendapatkan beras sebanyak 3 kg.
“Tapi setelah dikelola sendiri oleh Pemerintah kabupaten Pemalang, kami bisa membagikan (beras) per kepala 8 kilo,” tukasnya.
Ditempat sama, Romdhon salah satu nelayan yang mendapatkan bantuan beras paceklik ini mengaku bersyukur karena dari tahun ke tahun, bantuan yang dibagikan mengalami peningkatan.
Menurut Romdhon, bantuan ini bisa menjadi suntikan bagi dirinya dan masyarakat nelayan lainnya dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarga di masa-masa paceklik seperti sekarang ini.
“Walaupun sepenuhnya belum terpenuhi tapi bantuan itu bisa menjadi tambahan energi saya sendiri, terutama nelayan-nelayan lainnya yang hampir setengah bulan tidak melaut akibat terjadi gelombang tinggi di perairan Laut Utara Jawa,” kata Romdhon. (Budi S.)
![]()









Tinggalkan Balasan