KUD Mina Misoyo Makmur Desa Asemdoyong Bagikan Beras Paceklik Nelayan

Selasa, 17 Januari 2023 - 15:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang, MNP.com – Koperasi Unit Desa (KUD) Mina Misoyo Makmur Desa Asemdoyong, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang Provinsi Jawa Tengah bagikan beras paceklik nelayan tahun 2022.

Pembagian beras dilakukan secara simbolis oleh Plt Bupati Pemalang, Mansur Hidayat kepada salah seorang nelayan di KUD Mina Misoyo Makmur Desa Asemdoyong, Selasa, (10/01/2023).

Dalam kesempatan itu, Plt Bupati Pemalang, Mansur Hidayat berharap beras paceklik ini dapat meringankan beban masyarakat nelayan di wilayah kerja KUD Mina Misoyo Makmur Desa Asemdoyong.

Ditempat sama, Kepala KUD Mina Misoyo Makmur Desa Asemdoyong, H.Suroso mengatakan, pihaknya hari ini membagikan beras paceklik sebanyak 47.376 kg kepada sekira 5.922 nelayan di wilayah kerjanya.

“Bantuan beras ini meliputi Desa Asemdoyong, Nyamplungsari, Kabunan dan Danasari. Dalam pembagian beras itu, setiap penerima mendapatkan 8 kg beras,” jelas Suroso.

Dirinya menjelaskan, beras bantuan ini dibagikan kepada para nelayan setiap musim paceklik. Para nelayan mengalami musim paceklik akibat tidak melaut. Faktornya adalah karena kondisi cuaca yang tidak bersahabat.

“Seperti kemarin kan tidak ada orang melaut sampai 10 hari, nah (beras) saya keluarkan. Kan lumayan juga,” ujar Suroso.

Disebutkan, pembagian beras untuk masa paceklik bagi para nelayan ini sudah dilakukan sejak dulu, dari ketika KUD Mina Misoyo Makmur masih dikelola oleh Pemprov Jateng. Kala itu, setiap penerima mendapatkan beras sebanyak 3 kg.

“Tapi setelah dikelola sendiri oleh Pemerintah kabupaten Pemalang, kami bisa membagikan (beras) per kepala 8 kilo,” tukasnya.

Ditempat sama, Romdhon salah satu nelayan yang mendapatkan bantuan beras paceklik ini mengaku bersyukur karena dari tahun ke tahun, bantuan yang dibagikan mengalami peningkatan.

Menurut Romdhon, bantuan ini bisa menjadi suntikan bagi dirinya dan masyarakat nelayan lainnya dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarga di masa-masa paceklik seperti sekarang ini.

“Walaupun sepenuhnya belum terpenuhi tapi bantuan itu bisa menjadi tambahan energi saya sendiri, terutama nelayan-nelayan lainnya yang hampir setengah bulan tidak melaut akibat terjadi gelombang tinggi di perairan Laut Utara Jawa,” kata Romdhon. (Budi S.)

Loading

Berita Terkait

Lumiland Dadaha, Suguhkan 5 Juta Lampu, Potensi Jadi PAD Kota Tasikmalaya
Daya Tarik Festival Lumiland Dadaha Potensi Penyumbang PAD Kota Tasikmalaya
Kepala SMPN 1 Petarukan: Pramuka Bukan Sekadar Ekskul, Tapi Pembentuk Karakter
H. Rana Nur Alamsyah: Fun Bike TOF 2026 Bukan Sekadar Gowes, Momentum Pererat Silaturahmi Warga
Elis Lisnawati: Pelaku Budaya Jangan Hanya Dibutuhkan, Pemerintah Harus Hargai dan Didukung Merata
Di Milangkala ke-9 Sabodo Debus Extreme, Budayawan Minta Pemerintah Serius Lestarikan Seni Sunda
Fun Bike Gowes Bareng Pemuda Tasik dan BSS Meriahkan Milangkala ke-25 Kota Tasikmalaya
Penghasilan Nelayan Pangandaran Turun, Faktor Harga Pasar Jadi Pemicu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Lumiland Dadaha, Suguhkan 5 Juta Lampu, Potensi Jadi PAD Kota Tasikmalaya

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Daya Tarik Festival Lumiland Dadaha Potensi Penyumbang PAD Kota Tasikmalaya

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:19 WIB

Kepala SMPN 1 Petarukan: Pramuka Bukan Sekadar Ekskul, Tapi Pembentuk Karakter

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:48 WIB

H. Rana Nur Alamsyah: Fun Bike TOF 2026 Bukan Sekadar Gowes, Momentum Pererat Silaturahmi Warga

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Elis Lisnawati: Pelaku Budaya Jangan Hanya Dibutuhkan, Pemerintah Harus Hargai dan Didukung Merata

Berita Terbaru