Tasikmalaya, MNP.com – Gunung Galunggung kab Tasikmalaya merupakan salah satu destinasi wisata kebanggaan warga Jawa abarat, dengan pemandian air panasnya yang dikelilingi hutan belantara dengan pemandangan alam yang membuat betah pengunjung.
Selain ke wisata air panas, pengunjung juga bisa mengunakan jalan arah kiri dari pertigaan menuju kawasan kawah, namun pengunjung harus berhati-hati karena akses menuju kawasan tersebut jalam yang menanjak.
Sekitar tahun 2019, jalan menuju wisata Gunung Galunggung kerap dikeluhkan wisatawan lokal maupun nasional, kini perjalanan anda menuju kawasan ini menjadi nyaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pasalnya jalan tersebut sudah diperbaiki dan rencananya untuk tahun depan akan dihotmik sampai puncak, perbaikan dan pembangun jalan tengah itu dilakukan untuk kenyamanan traveler.
Salah satu pengunjung kawasan kawah Gunung Galunggung Eres Mukodas warga Bantar kota Tasikmalaya menyatakan, ia sebagai pengunjung sangat puas dari mulai tiket masuk sampai kawasan kawah.
“Galunggung menyajikan keindahan alam, menaiki 623 anak tangga sangat menantang adrenalin, sesampai di atas kita bisa melihat dari kejauhan keindahan Kota Tasikmalaya dan Kab Ciamis, kita seperti dinegri di atas awan,” kata Eres kepada MNP, Sabtu (31/12).
Terpisah Site Manager kawasan Perhutani gunung Galunggung Sumarsono S,E menyampaikan, kini wisata Galunggung dan keadaan kawah saat ini dalam kondisi baik baik saja dan untuk para pengunjung silahkan datang untuk berwisata sambil menyambut tahun baru 2023.
“Kesempatan untuk merayakan tahun baru 2023 di sini pengelola sudah melakukan tahap perbaikan jalan menjadi rata tidak berlubang, tahun depan jalan akan di aspal sampai atas,” jelasnya.
Dijelaskan, hari biasa biasanya ada sekitar 40 sampai 50 pengunjung masuk ke kawah Galunggung. Namun, Sumarsono beryukur, kalau hari Minggu ada sekitar 175 sampai 200 untuk kunjungan biasa.
“Kalau yang untuk camp itu biasanya kalau untuk satu dua memang kami tiketnya masuk dalam e-ruang lingkup tiket. Jadi untuk yang camp sudah masuk dalam hitungan tiket masuk,” teeahnya.
Berbicara perbaikan jalan, itu sumbernya dari perum Perhutani dari program untuk pembangunan lokasi yang direncanakan tahun sebelumnya. Misal program 2022 dilaksanakan 2022.
“Tapi kebetulan ini dapat e-tender-nya pada akhir tahun baru dilaksanakan sekarang, sebenarnya jadwal itu di tanggal 30 udah beres tapi ini ada kemunduran sedikit tapi tetap berjalan dengan biasa,” paparnya.
“Saya tanggal 17 Agustus kebetulan dapat penghargaan dari Bupati langsung sebagai penyumbang retribusi terbesar di kabupaten Tasikmalaya, untuk itu saya punya keinginan pertama untuk promosi terkait wisata Galunggung yang kedua perbaikan jalan,” kata Sumarsono.
Pihaknya terang dia, adalah penyumbang retribusi terbesar, namun yang menjadi keinginan Perhutani itu dari perbaikan jalan,” wisata tolong diperhatikan, yang kedua terkait masalah promosi wisata kan Galunggung menjadi icon Tasikmalaya,” pinta Sumarsono.
“Pemerintahan kabupaten Tasikmalaya itu sendiri bisa harus mengangkat wisata Galunggung ini jadi dikenal banyak kalangan bukan hanya di Tasikmalaya saja tetapi bisa mendunia,” pungkasnya. (Sn).
![]()









Tinggalkan Balasan