Peresmian ZoSS, K.H. Toriq Hidayat Serahkan Alat Bantuan Keselamatan Jalan & Transportasi

Rabu, 21 Desember 2022 - 18:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP.com – Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Balai Pengelola Transportasi Darat wilayah IX propinsi Jawa Barat meresmikan Zona selamat sekolah (ZoSS).

Selain itu, acara yang berlangsung di SMK Bhakti Kencana Ciawi Kabupaten Tasikmalaya ini dilakukan juga penyerahan alat bantu keselamatan jalan dan Transportasi, Rabu (21/12/2022).

Hadir dalam kegiatan ini Komisi V DPRRI K.H. Toriq Hidayat .L.c, Kepala Dinas Perhubungan Kab Tasikmalaya, Kepala Dinas Perhubungan Kab Ciamis, SMPN 1 Kadipaten, SMP Pamoyanan, SDN 3 dan 5 Manggungjaya, SDN Cijulang kab Ciamis, SDN Sukahaji Ciamis dan SMPN 2 dan 3 Ciamis.

Penyerahan alat bantu keselamatan jalan dan Transportasi (SOP) diserahkan langsung secara simbolis oleh Komisi V DPRRI K.H. Toriq Hidayat . L.c dan Kepala BPTD wilayah IX propinsi Jawa Barat.

Dalam sambutannya, KH Toriq Hidayat menyampaikan, sudah menjadi kewajibannya sebagai Anggota DPRRI mengawasi dan memastikan kegiatan yang telah direncanakan.

“Agar semua program berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat, terutama di daerah pemilihan (Dapil),” ungkap Toriq.

Dia menjelaskan, tentang amanat dalam Undang-Undang bahwa Anggota DPR RI memiliki tugas dalam bidang diantaranya Penyusunan, Pembahasan, dan pengesahan Undang-undang.

Selain itu kata Toriq, DPRRI juga melakukan tugasnya untuk Pembahasan, Pengusulan, dan Penetapan anggaran Kementerian dan Lembaga yang menjadi mitra kerja.

“Juga pengawasan atas pelaksanaan Undang-undang dan penggunaan Anggaran Pendapatan belanja negara,” jelas Toriq.

Menurutnya, penyerahan alat bantuan keselamatan jalan dan transportasi BPTD Wilayah IX Provinsi Jawa Barat hari ini adalah dalam rangka menjalankan tugas konstitusi.

Toriq menuturkan, acara yang digelar oleh Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kementerian Perhubungan ini merupakan program yang diajukan kepada DPRRI.

“Selanjutnya dibahas dan ditetapkan anggarannya dan Alhamdulillah hari ini kegiatan tersebut dapat dilaksanakan,” kata Toriq.

Pada akhir Agustus lalu, dirinya dikagetkan pada peristiwa kecelakaan truk maut di depan sebuah sekolah dasar Kota Bekasi.

“Kecelakaan itu terjadi saat jam pulang sekolah, menyebabkan 4 siswa yang meninggal dunia dan 18 luka-luka. Sementara yang dewasa ada 6 orang (meninggal), luka-luka ada 5 orang,” jelasnya.

Menyikapi itu, Toriq menilai, diperlukan manajemen lalu lintas berupa Zona Selamat Sekolah guna mencegah terjadinya kecelakaan.

“Salah satunya kelompok usia pelajar sekolah yang merupakan kelompok paling rawan mengalami kecelakaan lalu lintas,” terangnya.

Hal tersebut, disebabkan karena tidak sedikit lokasi sekolah yang berdekatan dengan jalan raya dan pergerakan pelajar sekolah untuk berangkat dan pulang sekolah dengan minimnya pengetahuan akan keselamatan lalu lintas.

Berdasarkan hasil Seminar Asia Pasific Global Road Safety Partnership di Manila pada tahun 2014, LembagaKeselamatan Jalan Dunia (Global Road Safety Partnership) melaporkan setiap hari 700 anak meninggal karena kecelakaan jalan di dunia.

“Artinya, setiap jam ada 29 anak meninggal karena kecelakaan jalan di dunia. Kepolisian Republik Indonesia melaporkan bahwa rata – rata sebanyak 3 (tiga) anak Indonesia meninggal setiap jam karena kecelakaan di jalan,” turur Toriq.

Sebagai informasi, kecelakaan tersebut terjadi saat anak-anak Indonesia menyeberang di jalan. Dari data tersebut, maka terdapat salah satu hak anak yang tidak didapatkan, yaitu hak mendapatkan perlindungan.

Lantaran itu, Toriq ingin setiap anak wajib mendapatkan perlindungan karena anak sebagai tunas, potensi, dan generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa memiliki peran strategis, ciri, dan sifat khusus, sehingga wajib dilindungi.

“Keselamatan anak adalah tanggung jawab bersama, sehingga Pemerintah, masyarakat, dan swasta harus bahu membahu dalam memberikan atau menciptakan perlindungan terhadap keselamatan anak – anak,” tegas Toriq.

Kegiatan Peresmian Zona Selamat Sekolah dan Penyerahan Alat Bantuan Keselamatan Jalan dan Transportasi SDP hari ini merupakan bentuk hadirnya Pemerintah dalam memberikan atau menciptakan perlindungan terhadap keselamatan anak – anak.

Toriq menyebut, Zona Selamat Sekolah (ZoSS) adalah pengendalian kegiatan lalu lintas melalui pengaturan kecepatan dengan penempatan marka dan rambu pada ruas jalan di lingkungan sekolah.

“Itu untuk mencegah terjadinya kecelakaan sebagai upaya untuk menjamin keselamatan anak-anak di sekolah. Khususnya lokasi sekolah yang berdekatan dengan jalan raya,” terang Toriq.

Namun, agar Zona Selamat Sekolah (ZoSS) berjalan efektif maka perlu adanya petugas pemandu penyeberang di masing-masing sekolah yang dapat diambil dari security atau relawan dari pihak sekolah.

Selain itu, perlu melakukan sosialisasi kepada Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya, pihak sekolah, komite sekolah, serta kelompok masyarakat mengenai tata cara berlalu lintas yang berkeselamatan di ZoSS.

“Mengenai desain ZoSS pada SK.1304/AJ.403/DJPD/2014, perlu ditambahkan dimensi (ukuran) marka dan mengurangi jarak rambu pemberhentian angkutan umum ke gerbang sekolah dari 100 m ke 50 meter,” ucapnya.

“Agar pelajar yang menggunakan angkutan umum tidak terlalu jauh untuk menuju ke gerbang sekolah setelah turun dari angkutan umum,” imbuh Toriq.

Dirinya berharap, Zona Selamat Sekolah selain sebagai pencegah kecelakaan lalu lintas di sekitar sekolah, juga dapat membangun budaya keselamatan (safety culture) bagi masyarakat pengguna jalan raya (pengendara kendaraan bermotor dan pejalan kaki).

“Kami selaku wakil rakyat sangat mengapresiasi Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD)
Kementerian Perhubungan dan jajarannya yang mengadakan kegiatan hari ini,” terangnya.

Lanjut Toriq, melihat betapa besar manfaat yang akan didapat oleh seluruh masyarakat, khususnya generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa.

“Terakhir kami mengucapkan selamat kepada sekolah-sekolah yang mendapatkan program Zona
Selamat Sekolah Dan Penyerahan Alat Bantuan Keselamatan Jalan Dan Transportasi dari Kementerian Perhubungan,” tandasnya. (Sn)

Loading

Berita Terkait

Permatadora Tasikmalaya Bubar! Ini Penyebabnya
Muncul Isu Sekda Impor, PSU Ingatkan Bupati Tasikmalaya Dampak Demotivasi ASN Lokal
Perebutan Tiket Regional, 24 Tim U-12 Beradu Gengsi di Liga Jabar Istimewa
Hardiknas 2026, Reni Sugiarti Tekankan Pentingnya Peningkatan Kualitas Pendidikan
Polres Pakpak Bharat Berintegritas dan Humanis, Peringatan May Day Berjalan Aman Kondusif
Satu Pelaku Buron, Sat Narkoba Polres Garut Bekuk Pengedar Sabu
Bupati Garut Buka Pameran Foto “Frame of Garut”, Dorong Potensi Pariwisata Melalui Seni Fotografi
Gelora Solidaritas Hari Buruh: Ribuan Anggota FSP Parekraf Tasikmalaya Raya Padati Monas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:15 WIB

Permatadora Tasikmalaya Bubar! Ini Penyebabnya

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:01 WIB

Muncul Isu Sekda Impor, PSU Ingatkan Bupati Tasikmalaya Dampak Demotivasi ASN Lokal

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:26 WIB

Perebutan Tiket Regional, 24 Tim U-12 Beradu Gengsi di Liga Jabar Istimewa

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:03 WIB

Hardiknas 2026, Reni Sugiarti Tekankan Pentingnya Peningkatan Kualitas Pendidikan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:05 WIB

Polres Pakpak Bharat Berintegritas dan Humanis, Peringatan May Day Berjalan Aman Kondusif

Berita Terbaru

Berita terbaru

Permatadora Tasikmalaya Bubar! Ini Penyebabnya

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:15 WIB