Tasikmalaya, MNP.com – Pergerakan Aliansi Aktivis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (Almumtaz) terus gencar mensosialisasikan Nahyi Munkar kepada masyarakat, terutama, para pengusaha dan pedagang.
Kegiatan Al Mumtaz yang sudah digelar pada Sabtu malam kemarin (17/12) tentunya tidak lepas dari pengawasan, pendampingan dari pihak pemerintah juga kepolisian dan TNI.
Kasatpol PP Kota Tasikmalaya Iwan Kurniawan mengaku, ormas Islam Almumtaz sering melakukan koordinasi dan komunikasi terkait dengan kegiatan yang ada di masyarakat yang berkaitan dengan tata nilai, ketentraman dan ketertiban umum (Trantibum).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Mereka juga sering berkomunikasi dengan pihak aparat pemerintah, dan dalam pelaksanaan di lapangan juga tetap menjaga porsi masing masing,” ungkap Iwan Kurniawan saat memberikan tanggapan disela acara di salah satu hotel di jalan Yudanegara Selasa (20/12/2022).
Iwan menjelaskan, hasil pemantauan dari ormas Almumtaz di lapangan, tetap berada di ranah aparatur penegak hukum, dengan ini dari Pemkot sendiri yaitu Satpol PP, ataupun pihak keamanan seperti pihak kepolisian dan TNI.
“Pada intinya di lapangan tetap sinergis baik pihak pemerintah, TNI dan Polri juga elemen elemen masyarakat, termasuk Forum Umat Islam, jadi tidak parsial masing-masing,” jelas Iwan.
Ditempat sama, Ade Hendar Kesbangpol Kota Tasikmalaya, aksi Almumtaz itu lebih kearah ruangan menjaga kondusifitas.
“Artinya sampai dengan hari ini setiap aspek mulai dari ideologi, sosial, budaya, agama bahkan etnis, Alhamdulillah masyarakat Kota Tasikmalaya dalam kondisi yang sangat baik,” kata Ade.
Dirinya menilai, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan kaitan dalam rangka upaya menjaga ketentraman, ketertiban masyarakat kota Tasikmalaya.
“Dalam kegiatan apapun, Almumtaz tetap bersama sama dengan unsur pemerintah dan penegak hukum,” ungkap Ade.
Karena terang dia, tanpa sinergitas dari semua pihak, diyakini stabilitas di Kota Tasikmalaya akan mengendor, tapi sampai pada hari ini, semua elemen solid berpartisipasi menginformasikan terkait Trantibum.
“Jadi Alhamdulillah, sampai saat ini stabilitas di Kota Tasikmalaya tetap kondusif,” ucap Ade.
Sementara itu, Anang Safaat anggota Komisi 1 DPRD Kota Tasikmalaya menganggap, situasi saat ini bukan pengawasan yang salah, bukan pemerintahan yang tidak menyiapkan tata nilai itu di osialisasikan.
“Tapi, karena ini ada hal hal tertentu yang secara sengaja atau program program yang selalu ingin kota Tasik itu tidak sealur, banyak agenda yang ingin merubah kota Tasik dengan masuknya budaya luar,” papar Anang.
Lantaran itu, DPRD meminta pemerintah kota Tasikmalya harus bekerja ekstra, dalam arti tidak hanya saat ada kejadian viral ini, tetapi harus terus melaksanakan tugas sesuai fungsi yaitu menjaga dan mengawasi.
“Jadi jangan sampai mencari kesalahan atau turun ketika terjadi masalah, namun tetap menjaga dan mengawasi,” pungkasnya. (Lex)
![]()









Tinggalkan Balasan