INDRAGIRI HULU, MNP – Kerusakan ekosistem Sungai Indragiri di wilayah Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), kian memprihatinkan.
Pantauan awak media di lapangan, Minggu (8/11/2026), ratusan rakit Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) berjejer di aliran sungai di Desa Sengkilo dan Desa Kuantan Tenang.
Aktivitas tersebut diduga memicu munculnya pulau-pulau pasir kecil di tengah sungai. Kondisi itu menyebabkan pendangkalan di sejumlah titik, sekaligus memicu abrasi yang memperlebar pinggiran sungai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah warga yang ditemui mengaku resah, namun enggan disebutkan namanya karena alasan keamanan. Menurut warga, aktivitas penambangan emas tanpa izin ini memang sudah tak bisa dibendung lagi nampaknya.
“Kami sangat berharap tindakan tegas dari aparat penegak hukum. Kalau hanya berharap kepada aparat desa setempat rasanya mustahil, sebab sudah menjadi rahasia umum kalau perangkat desa malah diduga mengambil keuntungan dari maraknya PETI,” ujar salah seorang warga.
Warga tersebut juga menyebut adanya dugaan pungutan kepada setiap rakit PETI.
“Sudah menjadi rahasia umum di sini, Pak. Kalau masing-masing PETI itu menyetor uang sebesar Rp5 juta, dan tiap per gram emas yang dihasilkan dari tambang tersebut dipungut sebesar Rp30.000. Bapak tanyakan saja langsung ke masing-masing kades,” ujarnya.
Kekhawatiran warga semakin besar setelah beredar informasi bahwa aliran Sungai Indragiri yang berbatasan dengan Pulau Domo akan dijadikan lokasi baru aktivitas PETI.
Pulau Domo diketahui merupakan kawasan desa lama yang memiliki nilai sejarah bagi masyarakat setempat.
“Saya dapat kabar di aliran sungai yang berbatasan dengan Pulau Domo akan dijadikan tempat baru dari kegiatan PETI. Kami sangat berharap tindakan dari aparat penegak hukum baik dari kepolisian maupun kejaksaan bertindak dengan cepat dan tegas, tegasnya itu tanpa kompromi. Sebab jika dilakukan pembiaran, maka bisa saya pastikan kehancuran Pulau Domo itu hanya dalam hitungan bulan,” ujar warga lainnya.
Informasi soal pergeseran aktivitas PETI ke sekitar Pulau Domo turut disampaikan seorang penadah atau pembakar emas yang ditemui awak media, Robi.
“Itu sudah mulai, Bang, kegiatannya, walaupun kata sepakat dari pihak desa maupun pihak komunitas nelayan belum putus. Yang mulai kerja sekarang itu gacok-gacoknya (pemain besar). Abang lihat sendiri tadi kan, sudah berapa ratus rakit yang berjejer di sana,” ujar Robi.
Robi juga menyebut salah seorang penadah besar yang diduga telah membuka dua tempat pembakaran emas di kawasan tersebut.
“Kalau kita ini cuma pemain kecil saja, Bang. Tapi kalau di sana itu (di sepanjang bantaran Pulau Domo, red.) itu pemain-pemain besar sudah masuk, bahkan yang dari luar kabupaten pun sudah turun. Bang Yos saja sudah buka dua tempat bakaran emas di sana,” pungkasnya.
Publik kini berharap aparat penegak hukum dapat bertindak tegas dan mengusut tuntas dugaan aktivitas PETI dan dugaan aliran upeti yang menyertainya, termasuk keberadaan pemain besar di balik aktivitas tersebut.
![]()
Penulis : Jun
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan