TASIKMALAYA, MNP – Kepedulian sosial kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Yayasan Baitul Mal (YBM) PLN UP3 Tasikmalaya menyalurkan bantuan sarana usaha kepada Ibu Ari, warga Kampung Cikiara RT 03/11, Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Selasa ( 03/11/2026).
Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi tekanan ekonomi sekaligus dorongan untuk memperkuat kemandirian usaha keluarga.
Selama belasan tahun, Ibu Ari menjalani kehidupan sebagai pedagang. Aktivitas berdagang menjadi sumber penghasilan utama untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga. Namun, perjalanan hidupnya tidak selalu berjalan mudah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kurang lebih empat tahun terakhir, suaminya menderita sakit. Bahkan, selama dua tahun terakhir, kondisi kesehatan sang suami mengalami kebutaan sehingga tidak lagi mampu menjalankan aktivitas maupun pekerjaan seperti sebelumnya.
Situasi tersebut membuat Ibu Ari harus mengambil peran lebih besar sebagai tulang punggung keluarga. Di tengah kewajibannya mencari nafkah, ia juga tetap menjalankan tanggung jawab mendampingi dan merawat suaminya.
Kondisi inilah yang menjadi salah satu perhatian dalam penyaluran bantuan YBM PLN. Bantuan yang diberikan tidak sekadar bersifat konsumtif, melainkan diarahkan untuk mendukung keberlangsungan usaha agar Ibu Ari memiliki sarana yang lebih memadai dalam mencari penghasilan.
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi satu unit roda atau gerobak dagang, seperangkat perlengkapan usaha berupa kompor, katel, tempat bumbu dan peralatan pendukung lainnya. Selain itu, diberikan pula bahan baku pembuatan cireng beserta bumbu-bumbunya serta tambahan modal usaha.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu Ibu Ari mengembangkan aktivitas berdagang, meningkatkan produktivitas, sekaligus membuka peluang penguatan ekonomi keluarga secara berkelanjutan.
Perlu diketahui, YBM PLN merupakan Yayasan Baitul Mal PLN yang menghimpun dan mengelola dana zakat, infak, dan sedekah pegawai Muslim PLN untuk disalurkan melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Dana tersebut bersumber dari kontribusi keagamaan pegawai, termasuk pemotongan zakat penghasilan sebesar 2,5 persen bagi pegawai yang memenuhi ketentuan.
Dengan demikian, bantuan yang diterima masyarakat merupakan bagian dari pengelolaan dana sosial keagamaan yang dikembalikan kepada masyarakat melalui program kemanfaatan.
Penyerahan bantuan tersebut dihadiri H. Eman Suherman dari YBM UP3 Tasikmalaya, Dwi Hartadinata selaku perwakilan PLN ULP Kota Tasikmalaya, Wildan selaku Kepala Biller ULP PLN Tasikmalaya Kota, serta Ahmad Abdul Azis selaku Ketua Panitia Pengelola Infak RW 11 sekaligus Ketua Karang Taruna HRCB.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Abdul Azis yang juga merupakan Ketua Panitia Pengelola Infak RW 11 sekaligus Ketua Karang Taruna Himpunan Remaja Cikiara Bersatu (HRCB), menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada jajaran PLN, khususnya YBM PLN UP3 Tasikmalaya, atas perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada warganya.
Menurutnya, bantuan tersebut bukan hanya memberikan dukungan berupa perlengkapan berdagang, tetapi juga menghadirkan harapan dan semangat baru bagi Ibu Ari untuk tetap berjuang membangun perekonomian keluarganya.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada YBM PLN UP3 Tasikmalaya beserta seluruh jajaran PLN yang telah menunjukkan kepedulian nyata kepada warga kami. Bantuan ini sangat berarti, terutama bagi Ibu Ari yang selama ini berjuang menjadi tulang punggung keluarga di tengah kondisi suaminya yang sedang sakit,” ungkap Ahmad Abdul Azis.
Ia menambahkan, bantuan yang diberikan memiliki nilai lebih karena tidak hanya menyerahkan sarana usaha, tetapi juga menyediakan perlengkapan, bahan baku, bumbu, hingga tambahan modal. Dengan begitu, penerima manfaat dapat langsung memanfaatkan bantuan tersebut untuk menunjang aktivitas berdagang.
“Harapan kami, bantuan ini dapat menjadi bekal bagi Ibu Ari untuk terus menjalankan usahanya, meningkatkan penghasilan, dan memenuhi kebutuhan keluarga. Semoga apa yang telah diberikan menjadi amal kebaikan serta membawa keberkahan bagi seluruh pegawai PLN yang telah menyisihkan sebagian penghasilannya untuk kepentingan sosial,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Ahmad Abdul Azis juga menyampaikan permohonan maaf dari Ketua RW 11 yang belum dapat menghadiri kegiatan penyerahan bantuan tersebut karena terdapat pekerjaan yang tidak dapat ditinggalkan.
“Atas nama Ketua RW 11, kami menyampaikan permohonan maaf karena beliau belum bisa hadir secara langsung lantaran ada pekerjaan. Namun demikian, kami tetap menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pihak PLN atas perhatian serta bantuan yang telah diberikan kepada warga kami,” tuturnya.
Penyaluran bantuan ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial tidak harus selalu diwujudkan melalui bantuan besar.
Dukungan yang tepat sasaran, terlebih ketika menyentuh kebutuhan produktif masyarakat, dapat menjadi modal penting bagi keluarga untuk bangkit dan mempertahankan kemandirian ekonomi.
Di balik sebuah roda dagang dan seperangkat perlengkapan usaha, terdapat harapan agar Ibu Ari tetap memiliki kesempatan untuk berusaha, melanjutkan perjuangan hidup, dan menjaga keberlangsungan keluarga.
Sebab, kepedulian yang paling bermakna bukan hanya meringankan beban hari ini, tetapi juga membantu seseorang memiliki kekuatan untuk menghadapi hari esok.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan