Tekan Antrean Operasi Katarak, Primaya Hospital Group Kolaborasi Buka Baksos Operasi Gratis di RSUD Pasar Minggu

Minggu, 1 November 2026 - 17:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto (dari kiri ke kanan): Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, drg. Ani Ruspitawati, MM, bersama CEO Primaya Hospital Group, Leona A. Karnali, CFA, FRM, menandatangani kesepakatan kerja sama bakti sosial operasi katarak dalam rangka memperingati Hari Penglihatan Sedunia.

Keterangan foto (dari kiri ke kanan): Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, drg. Ani Ruspitawati, MM, bersama CEO Primaya Hospital Group, Leona A. Karnali, CFA, FRM, menandatangani kesepakatan kerja sama bakti sosial operasi katarak dalam rangka memperingati Hari Penglihatan Sedunia.

Primaya Hospital Dorong Gerakan Jakarta Bebas Katarak, Gandeng Pemprov DKI Jakarta dan PERDAMI. Dalam rangka memperingati World Sight Day 2026, 97 pasien ditangani dalam tahap awal program untuk mempercepat akses penanganan bagi masyarakat.

JAKARTA, MNP  — Dalam rangka memperingati World Sight Day 2026 di Bulan Oktober, Primaya Hospital Group berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan dan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Jakarta dalam program bakti sosial operasi katarak bertajuk Gerakan Jakarta Bebas Katarak, Bersama Kita Bisa.

Inisiatif ini digagas oleh Founder Primaya Hospital Group, Prof. Yos E. Susanto, bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, drg. Ani Ruspitawati, MM, untuk membantu mempercepat penanganan warga yang harus menunggu antrian operasi katarak selama 1–2 bulan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada tahap awal, 97 ditangani menjalani operasi katarak di RSUD Pasar Minggu berdasarkan hasil skrining dari sejumlah RSUD dan Primaya Hospital di Jakarta. Program ini didukung keterlibatan 40 puskesmas dalam skrining awal serta sekitar 19 dokter spesialis mata dari PERDAMI.

CEO Primaya Hospital Group, Leona A. Karnali, CFA, FRM menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, dan organisasi profesi dalam menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat.

Leona menyebut, Gerakan Jakarta Bebas Katarak, Bersama Kita Bisa merupakan wujud kolaborasi public-private partnership dalam menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat. Hal ini sejalan dengan komitmen Primaya Hospital untuk turut berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan masyarakat (public health) di Indonesia.

“Kami berharap inisiatif ini dapat menjadi contoh bahwa sinergi antara sektor swasta, asosiasi profesi, dan pemerintah mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, salah satunya melalui percepatan penanganan katarak,” ujar Leona.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, sekitar 3.700 penderita katarak telah teridentifikasi saat ini. Sementara itu, pada 2025, terdapat sekitar 11.000 kasus yang menjadi target penanganan, termasuk penderita dalam kelompok usia produktif.

Keterangan foto (dari kiri ke kanan): Perwakital PERDAMI, Ketua PERDAMI, dr. Julie Dewi Barliana, Sp.M(K), M.Biomed, CEO Primaya Hospital Group, Leona A. Karnali, CFA, FRM dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, drg. Ani Ruspitawati, MM, berfoto bersama setelah menandatangani kesepakatan kerjasama bakti sosial operasi katarak dalam rangka memperingati Hari Penglihatan Sedunia di RSUD Pasar Minggu tanggal 30 Oktober 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, drg. Ani Ruspitawati, MM, mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam program ini. Ia menegaskan bahwa percepatan penanganan katarak penting agar semakin banyak masyarakat dapat memperoleh tindakan sesuai kebutuhan medis.

“Program ini menjadi istimewa karena melibatkan berbagai unsur, mulai dari Primaya Hospital, PERDAMI, hingga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kami ingin memastikan semakin banyak penderita katarak dapat segera memperoleh penanganan. Hal ini penting, terutama bagi masyarakat usia produktif agar dapat kembali bekerja dan beraktivitas dengan lebih baik,” jelas Ani.

Sementara itu, Ketua PERDAMI, dr. Julie Dewi Barliana, Sp.M(K), M.Biomed, menegaskan bahwa “bakti sosial operasi katarak tetap harus mengutamakan standar pelayanan medis dan keselamatan pasien. Pasien perlu memenuhi kriteria usia sekitar 20 hingga 75 tahun, dalam kondisi fisik yang fit, serta mampu bekerja sama selama tindakan. Hal ini penting karena operasi dilakukan dengan bius lokal atau topikal sehingga membutuhkan komunikasi dan kerja sama yang baik antara pasien dan dokter.”

Keterangan foto: Pelaksanaan operasi katarak dalam rangka memperingati Hari Penglihatan Sedunia 2026, pada 30–31 Oktober 2026 di RSUD Pasar Minggu, melalui kolaborasi Primaya Hospital, PERDAMI Jakarta, dan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

Sebagai bagian dari keberlanjutan program, Primaya Hospital Group membuka kesempatan bagi lebih banyak rumah sakit swasta dan asosiasi rumah sakit swasta Indonesia untuk turut bergabung dalam gerakan Jakarta Bebas Katarak.

“Kami terbuka untuk memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak swasta, termasuk rumah sakit swasta dan asosiasi rumah sakit di Indonesia, agar gerakan ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Kami berharap semakin luas kolaborasi yang terjalin, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat,” tutup Leona.

Loading

Penulis : Ist

Berita Terkait

Kepedulian Sosial, CV Assalam Family Menyasar Lansia, Guru Ngaji hingga Anak Yatim di Bantarsari
CV Armey Jaya Mandiri Turun Tangan, Kakek 74 Tahun di Tawang Kini Punya Harapan Rumah Layak
Pura-Pura Pesan Ojol, Pria di Natar Dibekuk Polisi Usai Bawa Kabur Motor Maxim
Tanggapi Gelombang Penolakan, Owner Kings Family Karaoke: Asumsi Harus Dibuktikan Melalui Hukum
Pimpin DPC GAMKI Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi Fokus Konsolidasi Pemuda Lintas Komunitas
Tatap Indonesia Emas 2045, PMII STISIP Tasikmalaya Ingatkan Bonus Demografi Tak Cukup Sebatas Slogan
Bantu Kesehatan Masyarakat dan Gelar Verifikasi DPRt, NasDem Kota Tasikmalaya Targetkan Kursi Pemilu 2029
Ancaman Digital Mengintai Anak! Sekolah dan Orangtua Dituntut Bersinergi Perkuat Pendidikan Agama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 17:11 WIB

Tekan Antrean Operasi Katarak, Primaya Hospital Group Kolaborasi Buka Baksos Operasi Gratis di RSUD Pasar Minggu

Minggu, 1 November 2026 - 14:34 WIB

Kepedulian Sosial, CV Assalam Family Menyasar Lansia, Guru Ngaji hingga Anak Yatim di Bantarsari

Minggu, 1 November 2026 - 10:00 WIB

CV Armey Jaya Mandiri Turun Tangan, Kakek 74 Tahun di Tawang Kini Punya Harapan Rumah Layak

Minggu, 1 November 2026 - 09:48 WIB

Pura-Pura Pesan Ojol, Pria di Natar Dibekuk Polisi Usai Bawa Kabur Motor Maxim

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Tanggapi Gelombang Penolakan, Owner Kings Family Karaoke: Asumsi Harus Dibuktikan Melalui Hukum

Berita Terbaru