Ancaman Digital Mengintai Anak! Sekolah dan Orangtua Dituntut Bersinergi Perkuat Pendidikan Agama

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEMALANG, MNP – Pesatnya kemajuan teknologi digital membawa tantangan baru dalam dunia pendidikan.

Penggunaan gawai tanpa pengawasan, ancaman perundungan siber (cyberbullying), hingga menurunnya kedisiplinan siswa menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian bersama antara pihak sekolah dan orang tua.

Merespons kondisi tersebut, SMP Negeri 1 Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, menggelar kegiatan Parenting Islami pada Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Mendidik Anak di Era Digitalisasi yang Sesuai dengan Syariat Islam dan Kedisiplinan Murid” ini menghadirkan penceramah sekaligus pendidik, Hj. Dzikriyah.

Melalui seminar pengasuhan ini, para wali murid diajak memahami bahwa mendidik anak di era digital tidak cukup hanya dengan memberikan fasilitas teknologi.

Pengawasan ketat, komunikasi terbuka, keteladanan, serta penanaman nilai-nilai keagamaan menjadi benteng utama dalam membentuk karakter dan perilaku anak.

Kepala SMPN 1 Petarukan, Purwaningsih, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pihak sekolah semata.

Orang tua memiliki peran sentral dalam mengawasi aktivitas anak di rumah, mulai dari batasan penggunaan telepon pintar (smartphone), pergaulan, hingga kedisiplinan ibadah.

“Pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan tanggung jawab bersama. Apa yang diajarkan guru di sekolah perlu diperkuat oleh orang tua di rumah agar anak memperoleh arahan dan pembiasaan yang konsisten,” ujar Purwaningsih.

Ia menambahkan, pihak sekolah ingin membangun kesamaan visi dengan para orang tua murid agar generasi muda saat ini tidak hanya terampil memanfaatkan teknologi, tetapi juga memiliki benteng akhlak yang kokoh.

“Kami ingin anak-anak mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, memiliki kedisiplinan tinggi, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai agama dan akhlak mulia,” tuturnya.

Dalam ceramahnya, Hj. Dzikriyah memaparkan pentingnya pendekatan disiplin berbasis kasih sayang dan keteladanan yang disesuaikan dengan perkembangan psikologis remaja.

Lingkungan digital yang serba cepat harus diimbangi dengan pembiasaan nilai etika dan kejujuran di lingkungan keluarga.

Melalui agenda Parenting Islami ini, SMPN 1 Petarukan berharap sinergi berkelanjutan antara guru dan wali murid dapat terus terjalin.

Dengan demikian, kecanggihan teknologi yang diserap oleh para siswa dapat berjalan seiring dengan kematangan karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab sosial mereka.

Loading

Penulis : Ragil

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Andreas Simanjuntak Minta GAMKI Tasikmalaya Lahirkan Kader Berani dan Kritis
Gandeng Dinas PU dan TNI-Polri, Kades Lentu Pimpin Warga Normalisasi Irigasi Jelang Musim Tanam
Bau Tak Sedap Pekerjaan Jalan Provinsi Patung-Hayaping, Diduga Jadi Ajang Jual Beli Proyek
Nestapa Warga Bogor Penggali Kubur: Sering Kelaparan, Hidup Sebatang Kara di Rumah Lapuk
Dengar Aspirasi Langsung di Lapangan, Kapolres Bogor Canda Tawa Ngariung Bareng Ojol
Epi Mulyana Tekankan Deteksi Dini Kekerasan Anak: Keluarga dan Lingkungan Jangan Tutup Mata
Rampung Renovasi Kubah Masjid Miftahul Jannah, Warga RW 11 Cikiara Padukan Edukasi PPA dan Kegiatan Sosial
Polsek Mangkubumi Gelar Doa dan Tahlilan Kenang Pengabdian Almarhum H. Efri Priyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Ancaman Digital Mengintai Anak! Sekolah dan Orangtua Dituntut Bersinergi Perkuat Pendidikan Agama

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Andreas Simanjuntak Minta GAMKI Tasikmalaya Lahirkan Kader Berani dan Kritis

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Gandeng Dinas PU dan TNI-Polri, Kades Lentu Pimpin Warga Normalisasi Irigasi Jelang Musim Tanam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Bau Tak Sedap Pekerjaan Jalan Provinsi Patung-Hayaping, Diduga Jadi Ajang Jual Beli Proyek

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Nestapa Warga Bogor Penggali Kubur: Sering Kelaparan, Hidup Sebatang Kara di Rumah Lapuk

Berita Terbaru