TASIKMALAYA, MNP — Memperingati momen Hari Santri Nasional, Kelas Unggul Cerdas Istimewa (KUCI) SMPN 5 Tasikmalaya sukses menggelar kegiatan Nelitas Tahfidz Camp bertajuk “One Night With The Qur’an: Menghafal dengan Hati, Mengukir Prestasi, Menebar Akhlak Mulia”.
Kegiatan perkemahan dan hafalan Al-Qur’an ini dipusatkan di kawasan wisata alam Bukit Nangreu, kaki Gunung Galunggung, Tasikmalaya, pada 21–22 Oktober 2026.
Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti sekaligus pengelola KUCI, Kamaludin, S.Pd.I., menjelaskan bahwa Tahfidz Camp merupakan agenda rutin tahunan yang dirancang khusus bagi peserta didik kelas KUCI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kamaludin menyebut, kegiatan ini merupakan turunan dari program mingguan kami setiap hari Jumat.
“Target hafalan dirancang berjenjang, di mana kelas 7 ditargetkan minimal menguasai Juz 30, kelas 8 naik ke Juz 29, dan kelas 9 pada Juz 28. Capaian riilnya bahkan sering kali melebihi target, bergantung pada semangat dan motivasi anak-anak,” ujar Kamaludin, Jumat (30/10/2026).
Menurut Kamaludin, pelaksanaan Tahfidz Camp ini bermula dari aspirasi orang tua murid yang menginginkan adanya kegiatan kemah tahfidz secara mandiri.
Melalui format mandiri ini, pihak sekolah dapat memberdayakan potensi para guru muda yang memiliki talenta di bidang inovasi dan fun games.
Kegiatan ini juga sengaja diselaraskan dengan peringatan Hari Santri Nasional. Puncak acara yang bertepatan dengan malam 22 Oktober 2026 diisi dengan refleksi spiritual yang khidmat di alam terbuka.
Total peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 96 siswa, yang merupakan akumulasi dari seluruh jenjang kelas KUCI (masing-masing 32 siswa per tingkat).
Selain fokus pada setoran dan penguatan hafalan Al-Qur’an, rangkaian acara selama dua hari tersebut juga dikemas dengan berbagai fun games dan pelatihan capacity building yang dipandu oleh tim kreatif sekolah guna menyegarkan mental (refreshing) serta memotivasi para peserta didik.
Kamaludin menambahkan, antusiasme siswa sangat luar biasa. Namun, terdapat syarat khusus bagi siswa yang ingin mengikuti kegiatan ini, yakni keaktifan dan kedisiplinan kehadiran dalam program tahfidz mingguan di sekolah.
Pihaknya berharap, motivasi anak-anak setelah mengikuti Tahfidz Camp ini bisa meningkat drastis hingga 50 persen, terutama bagi mereka yang terpacu untuk ikut serta.
“Pesan utama yang ingin kami sampaikan adalah, agar anak-anak tidak hanya melihat keseruan permainannya saja, tetapi menanamkan kesadaran mendalam untuk tumbuh mencintai Al-Qur’an,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Hendrik
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan