Masuk 13 Daerah Pilihan se-Indonesia, Pakpak Bharat Siap Kembangkan Potensi Hortikultura Lahan Kering

Rabu, 23 September 2026 - 10:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAKPAK BHARAT, MNP – Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat bersama Kementerian Pertanian RI melaksanakan Rapat Koordinasi Teknis Kelompok Kerja Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP).

Rapat koordinasi ini dilasanakan dalam rangka uji publik dokumen Horticulture Cluster Development Plan (HCDP) klaster HDDAP Tahun 2026.

Program Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP) merupakan salah satu program strategis Kementerian Pertanian yang didukung oleh Asian Development Bank (ADB) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD).

Program ini diarahkan untuk mendorong transformasi pembangunan hortikultura di wilayah lahan kering melalui pendekatan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani.

Bagi Kabupaten Pakpak Bharat, kehadiran program HDDAP tentu memiliki arti yang sangat penting dan strategis.

Kabupaten Pakpak Bharat memiliki potensi agroklimat yang sangat mendukung pengembangan berbagai komoditas hortikultura dataran tinggi.

Namun, kita juga menyadari bahwa potensi tersebut masih perlu didukung dengan berbagai upaya penguatan, baik dari sisi infrastruktur pertanian, sarana produksi, teknologi dan praktik budidaya, kelembagaan petani, maupun akses terhadap pasar yang memberikan kepastian dan nilai tambah bagi hasil produksi petani, jelas Bupati dalam sambutan tertulisnya.

Sementara itu Indri Nugraheni, S.TP, M.Agr, SC sebagai Perwakilan Tim HDDAP Kementerian Pertanian RI menjelaskan, Kabupaten Pakpak Bharat menjadi salah satu dari tiga belas Kabupaten di seluruh Indonesia yang telah ditetapkan sebagai daerah pengembangan program ini.

“Totalnya ada 10 ribu hektare yang akan dikerjakan oleh Kementerian Pertanian, dan Pakpak Bharat masuk sebagai salah satu dari tiga belas daerah se Indonesia yang akan ikut program ini,” jelas Indri.

Untuk pengembangan komoditas lain di Pakpak Bharat sudah mulai berpotensi, diantaranya durian sudah mulai diusulkan.

Program HDDAP bukanlah semata-mata sebagai sebuah program pembangunan pertanian, tetapi harus kita manfaatkan sebagai momentum untuk membangun ekosistem hortikultura yang lebih kuat, produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan di Kabupaten Pakpak Bharat.

Dalam kerangka tersebut, penyusunan Horticulture Cluster Development Plan atau HCDP menjadi sangat penting. HCDP tidak boleh berhenti sebagai sebuah dokumen perencanaan administratif.

Lebih dari itu, HCDP harus menjadi pedoman bersama dan instrumen strategis dalam mengintegrasikan berbagai kebutuhan pembangunan klaster hortikultura, mulai dari infrastruktur irigasi, jalan usaha tani, sarana dan alat mesin pertanian, penerapan Good Agricultural Practices (GAP), penguatan Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP), pengelolaan dan konservasi lahan, hingga penguatan rantai nilai dan kemitraan pemasaran.

Dengan demikian, setiap intervensi pembangunan yang direncanakan benar-benar memiliki arah yang jelas, saling mendukung, tidak tumpang tindih, dan pada akhirnya mampu memberikan manfaat yang nyata bagi petani dan masyarakat.

Loading

Penulis : Benny Solin

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Siap-Siap DPRD Bartim Segera Bentuk Pansus, Telusuri Dugaan Penguasaan 171 SHM di Luar HGU PT ISA
Partisipasi Warga Simpang Bingkuang Layak Jadi Teladan Penanggulangan Karhutla
Diduga Lalai Hingga Tangki Bocor, SPBU 34-16609 Terancam Sanksi Hukum Berlapis
Fokus Pembangunan Kota Tasikmalaya 2026, Penata Kelolaan dan Peningkatan Kualitas SDM
Herbal ACB Tampil di Liga Produk Ciamis Jabar, Dorong Minuman Tradisional Lebih Dikenal
IWO Lampung Raih Penghargaan Anugerah Unila Be Strong 2026
Putra-Putri Kecamatan Kawalu Raih Prestasi Gemilang di FTBI Tingkat Kota Tasikmalaya 2026
Asep Rahmat Soroti Proyek Pokmas: “Kalau Kerjakan Semua, Kelurahan Berfungsi Apa?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 10:20 WIB

Siap-Siap DPRD Bartim Segera Bentuk Pansus, Telusuri Dugaan Penguasaan 171 SHM di Luar HGU PT ISA

Rabu, 23 September 2026 - 21:32 WIB

Partisipasi Warga Simpang Bingkuang Layak Jadi Teladan Penanggulangan Karhutla

Rabu, 23 September 2026 - 16:29 WIB

Diduga Lalai Hingga Tangki Bocor, SPBU 34-16609 Terancam Sanksi Hukum Berlapis

Rabu, 23 September 2026 - 16:20 WIB

Fokus Pembangunan Kota Tasikmalaya 2026, Penata Kelolaan dan Peningkatan Kualitas SDM

Rabu, 23 September 2026 - 16:09 WIB

Herbal ACB Tampil di Liga Produk Ciamis Jabar, Dorong Minuman Tradisional Lebih Dikenal

Berita Terbaru