BOGOR, MNP – Proses pembangunan Trotoar Jalan Raya Cifor, di wilayah Kelurahan Bubulak-Bogor Barat-Kota Bogor, khususnya pada pelaksanaan proses rekonstruksi TPT Drainasenya, tampak asal-asalan.
Terlihat dari masih dipertahankannya konstruksi TPT lama Drainase, pasangan batuan serta mortar lamanya, yang langsung ditutup dengan diplester mortar baru.
Selain itu, konstruksi batuan dan mortar pasangan TPT yang lamanya langsung ditimpa mortar serta batu pasangan baru di atasnya, layaknya ditambal sulam saja. Hal itu ditemukan Awak Media ini, pada Rabu (26/8/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat menanyakan Direksi Keet kepada para pekerja di lokasi proyeknya, tidak ada yang berkenan untuk memberitahukan, begitu pun saat bertanya siapa hingga ada atau tidaknya Pimpro (pimpinan proyek tersebut : red), masih tak ada yang bersedia untuk memberi tahukannya ke awak media ini.
Malahan kesan tatapan yang tidak bersahabat yang mereka perlihatkan, seakan tidak menghendaki kehadiran tamu selain yang mereka kenali maupun kehendaki kehadirannya, terlebih yang menanyakan lokasi kantor sementara proyek dan pimpinan proyeknya.
Padahal awak media ini saat itu datang dengan baik-baik, dan mengaku dari mass media, namun malah disambut pandangan sinis dari para pekerja di proyek tersebut.
Sementara, media ini juga telah menemukan plank informasi dan plank peringatan standard proyek pada umumnya, yang diduga milik proyek tersebut, berupa spanduk yang ditempel di dinding pagar panel Loster Beton, di pinggiran jalan raya tersebut, tetapi belum berhasil menemukan Direksi Keet, maupun sang pimpinan proyeknya.
Sekedar untuk diketahui para pembaca yang ingin tahu, apa pentingnya ada Direksi Keet di lokasi satu proyek. Karena Direksi Keet adalah bangunan kantor sementara (kantor lapangan), di lokasi proyek konstruksi, yang digunakan sebagai pusat pengawasan, pengelolaan administrasi, hingga tempat kordinasi.
Istilah itu berasal dari bahasa Belanda, yakni (Directie dan Keet) yang berarti pondokan tempat bekerja bagi para pengelola proyek. Adapun fungsi utama Direksi Keet itu sebagai pusat administrasi : (tempat mengurus dokumen), laporan harian, gambar kerja, hingga urusan surat menyurat proyek).
Fungsi lainnya dapat sebagai ruang rapat hingga kordinasi : (tempat pertemuan antara pemilik proyek, kontraktor, arsitek hingga pengawas proyek). Dapat juga sebagai tempat penyimpanan dokumen : (untuk menyimpan data-data penting proyek, agar aman dan mudah diakses di area kerjanya).
Dan dapat juga difungsikan sebagai area buat istirahat sementara bagi para pekerja proyek : (untuk tempat singgah atau istirahat bagi tim pengawas lapangan).
Adapun karakteristik dari Direksi Keet bersifat sementara, serta akan segera dibongkar setelah nanti proyek selesai, didirikan dengan sistem bongkar pasang (knock-down). Itu uraian singkat tentang Direksi Keet.
Sampai berita ini diturunkan, awak media ini masih belum berhasil menemukan Direksi Keet maupun bertemu pimpro yang diharapkan, itu jelas penting untuk Kebutuhan Informasi Publik, tentang Keterbukaan Informasi dari pelaksana proyeknya, dan demi keberimbangan substansi dari pemberitaan di sebuah media massa, sebagai produk jurnalistik berbadan hukum.
Tapi apa yang terjadi di lokasi proyek tadi, mencerminkan lemahnya pengawasan, serta adanya pengabaian terhadap tupoksi Pers, juga patut diduga berlaku doktrinasi untuk sengaja menutupi informasi ihwal proyek tersebut, terhadap tupoksi utama insan Pers dengan alasan yang mungkin menurut mereka dapat dibenarkan.
![]()
Penulis : Asep Didi
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan