Tasikmalaya, MNP.com – Kaum muda milenial mempunyai peran penting dalam tatanan demokrasi di negeri ini sebagai regenerasi penerus bangsa.
Menyadari hal itu, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) membentuk Gerakan Pemuda Partai Kebangkitan Bangsa (Garda Bangsa) pada tanggal 11 Maret 1999.
Garda Bangsa sendiri merupakan sayap Partai atau Banom (Badan Otonom) partai yang dibentuk untuk menggalang dukungan masa dari kaum muda millenial, dengan harapan jadi regenerasi pengurus partai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Terkait hal tersebut, DPC PKB Kota Tasikmalaya menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Program DKC Garda Bangsa Kota Tasikmalaya yang bertempat di Jl Letjen Mashudi, Senin (5/12/2022).
H Wahid SP.d Ketua DPC PKB sekaligus Sekretaris Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya mengatakan, kaum muda milenial saat ini terkadang apatis atau enggan dibawa ke ranah partai, maka Garda Bangsa inilah salah satu Banom penguat partai PKB.
Dijelaskan Wahid, Garda Bangsa cenderung untuk mengembangkan hobi para kaum milenial, salah satu contohnya para kaum milenial yang suka dalam bermusik bisa di kembangkan disini.
“Walaupun memang pada akhirnya para anggota Garda Bangsa sendiri harus berpolitik, karena Garda Bangsa sebagai Banom Partai,” tutur Wahid.
Lanjut dia, Rakor ini adalah untuk pembentukan DKAC (Dewan Koordinasi Anak Cabang) Garda Bangsa tingkat kecamatan se-kota Tasikmalaya.
“Alhamdulillah, perwakilan dari 10 kecamatan hadir, dan berharap partai PKB ini jauh lebih besar oleh Banom salahsatunya Garda Bangsa,” harap Wahid.
Pembentukan DKAC Garda bangsa sendiri, para anggota secara langsung mengisi Pom yang sudah disediakan PKB dan tidak diperbolehkan secara tulis punggung dalam mengisinya.
“Karena para anggota maupun pengurus Garda Bangsa salah satunya generasi yang akan melanjutkan keberlangsungan partai ini,” pungkasnya (Lex)
![]()








Tinggalkan Balasan