ENREKANG, MNP —- Pemerintah Kabupaten Enrekang menerima angin segar di tengah ancaman kekeringan.
Sebanyak 12 unit pompa air berhasil didatangkan untuk membantu petani menyelamatkan lahan persawahannya.
Bantuan ini datang dari dua sumber, yakni Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dan aspirasi anggota DPR RI Fraksi Gerindra, H. La Tinro La Tunrung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Enrekang H. Muh. Yusuf Ritangnga kepada kelompok tani pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Penyerahan dilakukan langsung di hadapan para petani yang lahannya rawan kekeringan.
Momen ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan di daerah.
Bupati Yusuf Ritangnga menegaskan bahwa bantuan pompa dari Gubernur Sulsel diberikan dalam skema pinjam pakai.
Skema ini dipilih agar manfaat pompa bisa dirasakan bergilir oleh banyak kelompok tani yang membutuhkan.
“Jadi pak Gubernur memberikan bantuan dalam bentuk pinjam pakai. Kita dahulukan kelompok tani yang terancam kekeringan yang sawahnya tidak jauh dari sumber air,” kata Yusuf Ritangnga.
Menurutnya, perhatian Gubernur Andi Sudirman terhadap Enrekang tidak main-main.
Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan menjadi perhatian serius pemerintah provinsi.
“Alhamdulillah, setelah upaya komunikasi dengan bapak gubernur, daerah kita juga mendapat perhatian,” ungkap Bupati.
Dari Gubernur Sulsel, Enrekang menerima 7 unit pompa air. Sementara 5 unit lainnya merupakan hasil perjuangan aspirasi H. La Tinro La Tunrung di Senayan.
Sinergi antara pemerintah provinsi dan wakil rakyat di pusat ini dinilai sangat membantu meringankan beban petani di tengah cuaca ekstrem.
Bupati berharap bantuan pompa ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh kelompok tani.
Ia meminta agar kelompok tani yang menerima bertanggung jawab merawat dan mengoperasikan pompa sesuai peruntukannya.
“Ini bukan bantuan untuk disimpan. Ini untuk menyelamatkan padi kita, menyelamatkan hasil panen kita,” tegasnya.
Langkah ini diharapkan dapat mencegah gagal panen di sejumlah wilayah Enrekang yang sumber airnya mulai menyusut.
Dengan adanya pompa, petani masih bisa menyedot air dari sungai atau sumber terdekat untuk mengairi sawah. Dampaknya, produksi beras di Enrekang tetap bisa terjaga meski musim kemarau panjang.
Pemerintah Kabupaten Enrekang juga berjanji akan terus berkoordinasi dengan Provinsi dan Pusat untuk menambah bantuan serupa.
“Kalau 12 unit ini masih kurang, kita akan terus usulkan lagi. Yang penting petani kita tidak dibiarkan berjuang sendiri menghadapi kekeringan,” pungkas Yusuf Ritangnga.
![]()
Penulis : Rahmat Lamada
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan