Heboh Potong Honor PPPK Paruh Waktu! Pemkab Enrekang Konsultasi ke Polres, Ancam Proses Hukum Oknum

Minggu, 5 Juli 2026 - 08:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENREKANG, MNP — Pemerintah Kabupaten Enrekang mengambil langkah tegas terkait beredarnya isu pemotongan honor Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu (PPPK PW).

Melalui Kabag Hukum Setda, Dirhamzah, Pemkab resmi melakukan konsultasi hukum ke Polres Enrekang pada Sabtu, 4 Juli 2026.

Konsultasi itu dilakukan untuk menelusuri apakah ada unsur peristiwa hukum dalam pembayaran honor PPPK PW Tahun Anggaran 2026. Dirhamzah hadir selaku kuasa pengacara negara.

Langkah ke Polres ini merupakan instruksi langsung Bupati Enrekang, H. Muh. Yusuf Ritangnga. Bupati menegaskan bahwa pemerintah sama sekali tidak memiliki niat, baik disengaja maupun tidak disengaja, untuk melakukan pemotongan honor PPPK Paruh Waktu.

Namun jika dalam penelusuran ditemukan ada oknum, baik dari internal pemerintah maupun dari pihak perbankan, yang sengaja melakukan pemotongan, maka Bupati meminta agar aparat penegak hukum menindak tegas sesuai aturan yang berlaku.

“Ini soal hak orang. Tidak boleh ada yang bermain-main,” tegas Bupati melalui Kabag Hukum.

Dalam konsultasi tersebut, Dirhamzah memaparkan duduk perkara kepada pihak Kepolisian Resor Enrekang.

Ia menjelaskan alur pembayaran honor PPPK PW dan dugaan adanya ketidaksesuaian jumlah yang diterima oleh sebagian tenaga PPPK.

Pihak kepolisian diminta untuk memberikan kajian hukum dan langkah apa yang dapat diambil pemerintah jika nantinya ditemukan bukti adanya penyalahgunaan atau pemotongan sepihak.

Konsultasi ini menjadi bentuk komitmen Pemkab untuk transparan dan tidak menutup-nutupi persoalan.

Sebelumnya, isu pemotongan honor ini telah dibantah oleh Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Enrekang.

BKAD memastikan bahwa pemerintah tidak pernah melakukan pemotongan terhadap honor PPPK Paruh Waktu. Seluruh pembayaran dilakukan sesuai dengan ketentuan dan jumlah yang telah ditetapkan.

Dengan demikian, jika ada selisih, maka perlu ditelusuri lebih lanjut apakah berasal dari kesalahan teknis perbankan atau ada pihak lain yang mengambil keuntungan.

Dengan konsultasi ke Polres ini, Pemkab Enrekang ingin memberikan kepastian hukum sekaligus rasa aman kepada para PPPK Paruh Waktu. Pemerintah tidak ingin nama baik institusi tercoreng karena isu yang belum tentu benar.

Sekaligus, ini menjadi peringatan keras bagi siapa saja yang mencoba memanfaatkan situasi. Pemkab berharap proses penelusuran segera selesai agar hak-hak PPPK PW tidak dirugikan dan pelayanan publik tetap berjalan normal.

Loading

Penulis : Rahmat Lamada

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

17 Jabatan Kepsek SD di Kota Tasikmalaya Kosong, Disdik Gelar Diklat BCKS
Jadi Langganan Perkemahan Sekolah, Objek Wisata Tirta Sumber Jaya Cipangalun Ciamis Terus Bersolek
Kolaborasikan Ajang Ta’aruf dan Pramuka, MTs Lisda Bungursari Bekali Siswa Lewat Perkemahan Alam
Bupati Cecep Tegaskan Digitalisasi Pemdes Jadi Kewajiban, Program Desa Naik Kelas Diperkuat
Persoalan Kawasan Hutan dan Perda Adat, AMAN Inhu Minta Siti Aisyah Perjuangkan ke Pusat
Urang Sunda Sa’uyunan Sodorkan Beberapa Nama Masjid Baru Terminal Bubulak
Dorong Kemajuan SDN Pengadilan 1 dan 2, Elsa Kristina Bangun Komunikasi Terbuka dan Humanis
Warga Antusias, Peserta dari 11 Desa Ikuti Skrining Akhir Operasi Katarak Gratis di Cibatu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 17:26 WIB

17 Jabatan Kepsek SD di Kota Tasikmalaya Kosong, Disdik Gelar Diklat BCKS

Rabu, 4 November 2026 - 17:04 WIB

Jadi Langganan Perkemahan Sekolah, Objek Wisata Tirta Sumber Jaya Cipangalun Ciamis Terus Bersolek

Rabu, 4 November 2026 - 16:47 WIB

Kolaborasikan Ajang Ta’aruf dan Pramuka, MTs Lisda Bungursari Bekali Siswa Lewat Perkemahan Alam

Rabu, 4 November 2026 - 13:51 WIB

Bupati Cecep Tegaskan Digitalisasi Pemdes Jadi Kewajiban, Program Desa Naik Kelas Diperkuat

Rabu, 4 November 2026 - 13:42 WIB

Persoalan Kawasan Hutan dan Perda Adat, AMAN Inhu Minta Siti Aisyah Perjuangkan ke Pusat

Berita Terbaru