PANGANDARAN, MNP – Menghabiskan masa libur panjang sekolah tidak melulu harus dengan mengunjungi pusat perbelanjaan atau wahana permainan modern. Belakangan, tren kembali ke alam (back to nature) makin digandrungi.
Salah satu aktivitas yang paling diburu adalah mendirikan tenda di tepi pantai, dan Pantai Madasari di Kabupaten Pangandaran sukses menjadi primadona untuk urusan yang satu ini.
Berbeda dengan pantai-pantai lain yang menawarkan aktivitas berenang di laut, Madasari menyajikan romantisme lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Garis pantainya yang dihiasi pulau-pulau karang eksotis dan hamparan rumput hijau di tepi pantai menjadikannya sebagai gamping ground alami terbaik untuk menikmati angin malam dan suara deburan ombak yang syahdu.
Daya pikat ini terbukti ampuh menarik gelombang wisatawan. Petugas Retribusi Pantai Madasari dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pangandaran, Yosep Herawan, menyebutkan bahwa arus pengunjung yang datang untuk menikmati suasana pesisir terus mengalir sejak pagi hari.
“Untuk libur sekolah kali ini, pergerakan wisatawan cukup ramai. Dari pagi sampai siang ini sekitar pukul 11.45 WIB, tercatat sudah ada 900 lebih pengunjung yang masuk ke kawasan Pantai Madasari,” ujar Yosep saat ditemui di lokasi, Sabtu (04/07).
Salah satu keunggulan Pantai Madasari yang membuatnya ramah bagi rombongan keluarga maupun komunitas pencinta alam adalah sistem tiket masuknya yang praktis dan ekonomis.
“Di sini, mau pakai motor atau mobil, hitungannya tetap per orang, yaitu Rp15.000. Dengan tarif yang sangat terjangkau ini, pengunjung sudah bisa mengakses keindahan panorama Madasari sepuasnya,” kata Yosep.
Dirinya menambahkan, karakter geografis Madasari memang sangat spesifik. Karang-karang besar yang memecah ombak memberikan pemandangan visual yang magis, namun sekaligus menjadi alarm pembatas aktivitas air.
“Kami selalu mengingatkan dan mengimbau, Pantai Madasari ini tidak untuk berenang. Kondisi geografisnya banyak batu karang dan ombaknya cukup besar. Jadi, fasilitas spot di sini memang lebih ditujukan untuk panorama foto pemandangan, tempat camping yang estetik, dan acara makan-makan keluarga,” jelasnya.
Menjelang sore, suasana di Madasari biasanya akan berubah semakin eksotis. Ratusan tenda dengan berbagai warna mulai didirikan di sepanjang pesisir.
Aktivitas membakar ikan atau barbekyu di depan tenda sembari menanti matahari terbenam (sunset) menjadi momen mahal yang dicari para pelancong.
Ketenangan yang ditawarkan Madasari rupanya menjadi penawar rindu yang ampuh bagi masyarakat perkotaan.
“Mayoritas pengunjung yang datang didominasi oleh pelat kendaraan dari wilayah Priangan Timur dan sekitarnya,” pungkas Yosef.
Bagi Anda yang masih bingung mencari destinasi untuk menghabiskan sisa libur panjang, mengemas tenda dan meluncur ke Pantai Madasari bisa menjadi pilihan agenda terbaik pekan ini. Tetap jaga kebersihan pantai dengan tidak meninggalkan sampah di area camping!
![]()
Penulis : Hendrik
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan