Kemensos Jadikan Kota Tasikmalaya Pilot Project Monitoring dan Validasi Data DTKS 2026

Sabtu, 4 Juli 2026 - 06:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TASIKMALAYA, MNP – Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) melakukan kegiatan monitoring, evaluasi, verifikasi, dan validasi data Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tahun 2026.

Kota Tasikmalaya dipilih menjadi salah satu lokasi pilot project (proyek percontohan) dari total 12 lokasi yang ditargetkan di Indonesia, Jumat (03/07).

Pranata Komputer Ahli Muda Kemensos, Dicksan Ferdian, S.Si., M.T., menjelaskan bahwa agenda utama turunnya tim ke lapangan adalah untuk melihat langsung kesesuaian data hasil pemeriksaan lapangan (ground checking) yang sebelumnya telah dilakukan oleh para pendamping sosial, dalam hal ini Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

“Kota Tasikmalaya menjadi pilot project. Dari kegiatan di sini, kami akan melakukan evaluasi terlebih dahulu terhadap hasil konektivitas datanya. Hasil evaluasi tersebut kemudian akan kami terapkan di 11 lokasi berikutnya,” ujar Dicksan saat memberikan keterangan kepada MNP.

Ia menambahkan, metodologi pengambilan sampel di setiap lokasi dilakukan dengan memilih 1 kecamatan dan 2 kelurahan/desa. Dari masing-masing kelurahan atau desa tersebut, diambil sampel sebanyak 5 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Menurut Dicksan, ada tiga tingkatan utama yang menjadi fokus dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) kali ini diantaranya

Tingkat Dinas Sosial Kabupaten/Kota.

Mengevaluasi tata kelola DTKS untuk memastikan kesesuaian dengan regulasi yang berlaku. Selain itu, Kemensos mengevaluasi operasional aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) guna menjaring masukan dan mengidentifikasi kendala teknis pada sistem.

Tingkat Desa/Kelurahan

Memantau kepatuhan mekanisme regulasi di tingkat bawah, termasuk memastikan ada atau tidaknya pelaksanaan Musyawarah Desa/Kelurahan (Musdes/Muskel), atau justru pelaporan lebih banyak menggunakan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM). Pada tahap ini, tim juga mengonfirmasi temuan data anomali.

Tingkat Masyarakat (KPM)

Melakukan klarifikasi langsung ke lapangan guna mencocokkan data Kemensos dengan kondisi riil warga, mulai dari kondisi fisik bangunan rumah (seperti jenis lantai tanah), kepemilikan aset, hingga variabel kemiskinan lainnya.

Salah satu anomali data yang dikonfirmasi langsung oleh tim di lapangan adalah adanya laporan warga yang tercatat memiliki mobil, namun masuk dalam desil bawah atau kategori masyarakat miskin.

Menanggapi jalannya verifikasi tersebut, Lurah Bungursari, Hendi, S.IP., menyambut baik kehadiran Tim Pusdatin Kemensos.

Ia menyatakan bahwa seluruh proses verifikasi di wilayah Kelurahan Bungursari berjalan dengan aman dan lancar tanpa kendala berarti.

“Alhamdulillah, hasil di lapangan menunjukkan kesesuaian dengan verifikasi yang sebelumnya sudah dilakukan oleh Tim Pendamping PKH. Kehadiran tim Pusdatin Kemensos ini memberikan warna baru dan edukasi penting agar masyarakat lebih tahu serta memahami mengenai mekanisme pendataan DTKS,” ungkap Hendi.

Dalam giat tersebut, pihak kelurahan mendampingi proses verifikasi langsung terhadap 5 KPM, dari total 8 data awal yang tercatat di wilayah RW 08 Kelurahan Bungursari.

Melalui validasi berlapis ini, Kemensos berharap akurasi data kemiskinan regional dapat terus ditingkatkan, sehingga seluruh program bantuan sosial ke depan dapat disalurkan secara tepat sasaran sesuai dengan tolok ukur regulasi yang berlaku.

Loading

Penulis : Mon

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Bupati Jeneponto Serahkan Ranperda APBD Tahun Anggaran 2027 kepada DPRD
Poros Rakyat dan Mahasiswa Sukapura Desak Kejaksaan Selidiki Tata Kelola Yayasan Penerima Dana MBG
Pemdes Campaka Garut Gelar Musdes LPJ BUMDes Jaya Mandiri Semester I 2026
KDM Absen di Hari Jadi Kota Tasikmalaya, Mengapa Balikpapan Didatangi?
“Domba Adu” : Saat Ulama dan HPDKI Menyatukan Agama, Budaya dan Ekonomi Umat
SMKN 6 Garut Terima Bantuan Revitalisasi Pembangun RPS Teknik Komputer dan Jaringan
Pengacara PT SJP Buka Suara Soal Tambang, Siap Tempuh Jalur Hukum, Legalitas Dokumen Tetap Minta Diuji
Kisah Haru Dede Ari Warga Lumpuh Sejak Kecil, Famili FHF Siap Salurkan Donasi Lewat Live TikTok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Bupati Jeneponto Serahkan Ranperda APBD Tahun Anggaran 2027 kepada DPRD

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Poros Rakyat dan Mahasiswa Sukapura Desak Kejaksaan Selidiki Tata Kelola Yayasan Penerima Dana MBG

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Pemdes Campaka Garut Gelar Musdes LPJ BUMDes Jaya Mandiri Semester I 2026

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:54 WIB

KDM Absen di Hari Jadi Kota Tasikmalaya, Mengapa Balikpapan Didatangi?

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:47 WIB

“Domba Adu” : Saat Ulama dan HPDKI Menyatukan Agama, Budaya dan Ekonomi Umat

Berita Terbaru

Berita terbaru

KDM Absen di Hari Jadi Kota Tasikmalaya, Mengapa Balikpapan Didatangi?

Senin, 19 Okt 2026 - 14:54 WIB