TASIKMALAYA, MNP – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Bungursari Kota Tasikmalaya menggelar aksi kemanusiaan donor darah berskala lokal pada Rabu (17/06/2026).
Mengusung tema “Darahmu Menyelamatkan Keluargamu Saudaramu Kekasihmu Bahkan Dirimu”, kegiatan yang berlangsung di Aula Puskesmas Bungursari ini bekerja sama langsung dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tasikmalaya.
Kepala UPTD Puskesmas Bungursari, dr. Eko Anggoro Sulistiyaji, menyatakan rasa syukurnya atas terselenggaranya kolaborasi ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia berharap agenda kemanusiaan seperti ini bisa menjadi agenda rutin berkala demi menjaga ketersediaan stok darah.
“Alhamdulillah, Puskesmas Bungursari bisa bekerja sama dengan PMI Kota Tasikmalaya. Mudah-mudahan kegiatan yang sangat bagus ini bisa berjalan rutin setiap 3 sampai 6 bulan sekali secara berkala,” ujar dr. Eko saat diwawancarai di lokasi kegiatan.
dr. Eko menjelaskan bahwa kebutuhan darah di Kota Tasikmalaya tergolong tinggi, sehingga pihak medis sering kali harus berkejaran dengan waktu demi menyelamatkan pasien.
Kehadiran para pendonor sukarela dari masyarakat sangat krusial untuk mencukupi kebutuhan tersebut, khususnya bagi warga di wilayah kerja Puskesmas Bungursari.
Menurutnya, meski beberapa penyakit kronis sudah memiliki pendonor rutin, stok darah tambahan sangat dibutuhkan untuk kasus-kasus yang sifatnya tidak terprediksi.
“Kegiatan ini salah satunya adalah mempersiapkan darah yang dibutuhkan masyarakat yang susah diprediksi. Untuk kasus-kasus darurat seperti operasi, persalinan, atau pasien yang mengalami pendarahan hebat, ketersediaan darah sangat mendesak. Jadi, makin banyak yang mendonor, semakin banyak pula persediaan darah kita,” jelasnya.
Meskipun sasaran utama kegiatan ini adalah warga di sekitar wilayah kerja puskesmas—seperti Kelurahan Bungursari dan Kelurahan Cibunigeulis—pihak puskesmas membuka pintu lebar-lebar bagi masyarakat umum dari wilayah mana pun melalui sistem mobile donor darah keliling.
Dari target minimal 30 hingga 40 kantong darah, dr. Eko berharap masyarakat yang memenuhi kriteria (minimal usia 17 tahun dan dalam kondisi sehat) tergerak untuk ikut serta.
“Setetes darah kita menyelamatkan orang lain,” tambahnya.
Apresiasi senada juga disampaikan oleh perwakilan PMI Kota Tasikmalaya, Muhammad Zulfi Hasbuna. Ia menyebutkan bahwa sinergi dengan Puskesmas Bungursari ini sudah berjalan kes kesekian kalinya dan selalu mendapat respons positif dari warga.
“Alhamdulillah para pendonornya sangat antusias. Hari ini kurang lebih 30 labu (kantong) darah sudah berhasil terkumpul. Untuk target PMI sebenarnya sebanyak-banyaknya karena kebutuhan di lapangan tinggi, namun untuk skala puskesmas, angka 30 labu ini sudah bisa dikatakan banyak,” kata Zulfi.
Bagi masyarakat yang baru pertama kali atau ingin mencoba menjadi pendonor, Zulfi membagikan tips sederhana agar proses donor berjalan lancar.
“Kiat bagi pendonor baru atau perdana adalah pastikan tidur malamnya cukup, kondisi tubuh prima, fit, dan tidak sedang sakit. Jika sudah pernah, donor darah ini bisa dilanjutkan rutin setiap dua bulan sekali,” tuturnya.
Manfaat nyata dan kenyamanan donor darah dirasakan langsung oleh M. Haikal, warga Legok Nangka, Kelurahan Cibunigeulis, yang menjadi salah satu pendonor perdana dalam aksi kali ini. Ia mengaku sempat merasa gugup sebelum jarum donor disuntikkan.
“Saya baru pertama kalinya mendonorkan darah. Awalnya memang sempat deg-degan, tapi setelah selesai ternyata tidak terasa apa-apa, mungkin karena kondisi tubuh saya juga lagi normal dan sehat,” ungkap Haikal sembari tersenyum.
Haikal pun mengajak warga lainnya yang belum pernah mendonor untuk tidak ragu melangkah demi misi kemanusiaan ini.
“Untuk teman-teman yang belum pernah mendonorkan darah, bisa memulai dari sekarang. Selain bagus untuk kesehatan diri kita sendiri, setetes darah yang kita berikan sangat berarti dan bermanfaat bagi mereka yang memerlukan,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Hendrik/Mon
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan