ENREKANG, MNP – Lembaga Pemantau Keuangan Negara (PKN) bersama LBH GP Ansor Kabupaten Enrekang menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian luar biasa Pemerintah Kabupaten Enrekang yang bersinergi kuat dengan Anggota DPR-RI Ir. H. Latinro Latunrung.
Kolaborasi ini berhasil menghadirkan program revitalisasi sekolah tingkat SMP secara masif di Kabupaten Enrekang dan langsung menempatkan daerah berjuluk Massenrempulu itu sebagai penerima bantuan terbanyak se-Indonesia untuk jenjang SMP.
Muhammad Moechtar, perwakilan PKN dan LBH GP Ansor Kabupaten Enrekang, menegaskan bahwa pada tahap awal atau gelombang pertama, Enrekang telah mengamankan 10 sekolah penerima program revitalisasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rinciannya, 8 sekolah diperoleh melalui dana aspirasi yang diperjuangkan langsung oleh Ir. H. Latinro Latunrung di DPR-RI. Sementara 2 sekolah lainnya masuk melalui jalur reguler Kementerian. Capaian ini dinilai sebagai langkah progresif yang belum pernah terjadi sebelumnya di Enrekang.
Menurut Muhammad Moechtar, capaian 10 sekolah ini bukanlah akhir, melainkan awal dari program besar yang akan terus berlanjut.
Pemerintah Kabupaten Enrekang di bawah kepemimpinan Ucu–Iwan, bersama Ir. H. Latinro Latunrung, menargetkan hingga 100 sekolah di Kabupaten Enrekang dapat direvitalisasi melalui dukungan anggaran yang bersumber dari APBN.
“Gelombang pertama sudah 10 sekolah, dan kami meyakini jumlah ini akan terus bertambah pada gelombang berikutnya hingga mencapai target yang telah dicanangkan,” ujar Muhammad Moechtar dengan optimis.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa capaian gelombang pertama ini sudah menempatkan Kabupaten Enrekang sebagai daerah dengan jumlah penerima bantuan revitalisasi sekolah terbanyak di Indonesia untuk tingkat SMP. Jumlah tersebut melampaui banyak daerah lain yang rata-rata hanya memperoleh 1 hingga 3 sekolah.
“Ini tidak lepas dari peran besar Bapak Ir. H. Latinro Latunrung yang secara konsisten memperjuangkan aspirasi daerah, serta kerja kolaboratif yang solid bersama Pemerintah Daerah,” tegasnya.
Apresiasi khusus juga diberikan kepada jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Enrekang. Kepala Dinas Pendidikan, Bapak Erik, serta Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah, Bapak Arfah, dinilai menunjukkan dedikasi luar biasa dalam mendampingi proses teknis program ini.
Dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Revitalisasi yang berlangsung selama 4 hari di Jakarta, keduanya terlibat aktif tanpa mengenal lelah, bahkan hingga larut malam dan dini hari, demi memastikan seluruh tahapan termasuk finalisasi penerima bantuan berjalan optimal.
Muhammad Moechtar menambahkan, sinergi antara Pemkab Enrekang dan Ir. H. Latinro Latunrung dinilai sangat efektif dan strategis.
Terlebih lagi, Wakil Bupati Kabupaten Enrekang diketahui merupakan putra dari Ir. H. Latinro Latunrung, sehingga komunikasi dan kolaborasi dalam memperjuangkan pembangunan daerah berjalan makin kuat.
Menurutnya, hubungan tersebut mempercepat koordinasi dan memastikan program-program pusat bisa turun langsung ke Enrekang.
Atas dasar itu, PKN dan LBH GP Ansor Kabupaten Enrekang menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang, Anggota DPR-RI Ir. H. Latinro Latunrung, Kepala Dinas Pendidikan Bapak Erik, Kabid Dikdasmen Bapak Arfah, serta seluruh jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Enrekang.
Muhammad Moechtar berharap program ini terus berlanjut dan target besar revitalisasi 100 sekolah dapat tercapai, demi meningkatkan kualitas sarana prasarana pendidikan dan melahirkan generasi Enrekang yang unggul serta berdaya saing.
![]()
Penulis : Rahmat Lamada
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan