KARANGANYAR, MNP – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan bahwa pasokan energi nasional, baik Bahan Bakar Minyak (BBM) maupun Liquefied Petroleum Gas (LPG), saat ini dalam kondisi aman.
Meski demikian, ia mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam mengonsumsi energi di tengah ketidakpastian geopolitik global yang dipicu konflik di Timur Tengah.
Hal tersebut disampaikan Bahlil usai meninjau pasokan BBM di SPBU Bolon, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada Kamis (26/3/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah telah bergerak cepat mencari sumber pasokan minyak dari berbagai negara untuk mengantisipasi gangguan di kawasan Asia dan Timur Tengah. Menurutnya, Indonesia telah mencapai kemandirian untuk jenis Solar.
“Presiden memerintahkan saya dan tim untuk mencari pasokan minyak dari hampir semua negara dan mengoptimalkan sumber energi dalam negeri. Untuk Solar, insya Allah kita tidak impor, sudah clear. Sementara bensin, 50% masih impor dan sisanya dari dalam negeri,” tutur Bahlil.
Terkait cadangan nasional, Bahlil menyebutkan bahwa stok minyak di tangki saat ini berada pada level standar minimal 21 hari dan terus terisi secara berkala setiap harinya.
Menteri ESDM menekankan bahwa dukungan masyarakat sangat krusial dalam menjaga stabilitas energi. Ia meminta warga untuk tidak melakukan pemborosan, baik dalam penggunaan LPG untuk memasak maupun pengisian BBM di SPBU.
“Saya butuh dukungan rakyat Indonesia. Ayo pakai energi dengan bijak. Misal masak pakai LPG jangan boros. Kita minta bantuan rakyat agar bersama-sama menjaga kondisi ini agar semakin baik,” jelasnya.
Ia juga menegaskan agar masyarakat tidak melakukan panic buying. Menurutnya, kuota harian sebesar 30 hingga 40 liter per kendaraan sudah sangat mencukupi untuk kebutuhan normal.
Dalam kesempatan yang sama, Bahlil memberikan peringatan tegas kepada oknum-oknum yang mencoba mengambil keuntungan pribadi dengan cara menimbun BBM atau menyalahgunakan peruntukan SPBU.
“Saya mohon kepada oknum penimbun, lihatlah Ibu Pertiwi. Jangan lakukan hal-hal yang tidak perlu. SPBU itu bukan untuk industri atau truk yang mengantre hanya untuk menjualnya kembali,” tegas Bahlil.
Dirinya menutup pernyataan dengan mengajak seluruh pihak untuk mengawal ketahanan energi nasional.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami sanggup mendatangkan minyak, namun jika rakyat tidak bijak, berarti tidak mendukung upaya negara,” tandasnya.
![]()
Penulis : Red
Sumber Berita : Antaranews









Tinggalkan Balasan