BARITO TIMUR, MNP – Warga Desa Muara Awang, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur, mengakui kondisi Air Sungai Karau mengalami kekeruhan sejak adanya aktivitas pertambangan batu bara yang dilakukan PT Bartim Coalindo.
Pengakuan tersebut disampaikan Erpandi, Ketua RT 03 Desa Muara Awang, saat meninjau langsung kondisi Sungai Karau bersama sejumlah warga.
Ia menyebut, air sungai yang sebelumnya jernih kini berubah keruh dan berwarna kecokelatan, terutama setelah hujan turun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sejak ada aktivitas tambang PT Bartim Coalindo, air Sungai Karau tidak lagi jernih seperti dulu. Sekarang sering keruh, dan ini dirasakan langsung oleh warga,” ujar Eepandi, Senin Senin (9/2) kemarin.
Menurutnya, Sungai Karau selama ini menjadi sumber utama kebutuhan warga, mulai dari keperluan sehari-hari hingga aktivitas pertanian.
Kondisi air yang keruh dikhawatirkan berdampak pada kesehatan masyarakat dan kelangsungan hidup warga di sekitar bantaran sungai.
Erpandi berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan serta menindaklanjuti keluhan masyarakat.
Ia menegaskan, warga hanya ingin lingkungan tetap terjaga dan hak atas air bersih tidak terganggu oleh aktivitas pertambangan.
“Ya kami masyarakat Muara Awang sangat mendukung atas keberadaan investasi di daerah ini.Akan tetapi perlu diingat perusahaan harus bisa menjaga kelestarian alam dan lingkungan, jangan sampai limbahnya dibuang langsung ke sungai,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Yulius Yartono
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan