Bupati Garut Instruksikan Respon Cepat Terkait Pencoretan 70 Ribu Peserta PBI BPJS

Senin, 9 Februari 2026 - 16:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUT, MNP – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memimpin Apel Gabungan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut yang berlangsung di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda), Jalan Pembangunan, Senin (9/2/2026).

Bupati Garut menyoroti dinamika penghapusan data kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) jaminan kesehatan serta etos kerja ASN di bulan Ramadan.

Syakur mengungkapkan kekhawatirannya atas pencoretan sekitar 70.000 warga Garut dari daftar PBI oleh pemerintah pusat pada akhir Januari lalu.

Langkah ini diprediksi akan menimbulkan dinamika signifikan di lapangan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan akses kesehatan gratis.

“Ini bukan jumlah yang sedikit. Di bayangan saya pasti akan banyak dinamika di lapangan. Saya minta Dinas Kesehatan juga Puskesmas-Puskesmas untuk tetap bisa melayani masyarakat karena itu adalah pelayanan dasar,” ungkapnya.

Menyikapi hal tersebut, Pemkab Garut telah melakukan langkah proaktif dengan berkoordinasi bersama Kementerian Sosial untuk mendapatkan rincian data warga yang terdampak.

Ia menjelaskan bahwa meskipun terjadi pengurangan, secara kumulatif jumlah penerima bantuan sebenarnya menunjukkan tren positif berkat proses pengajuan kembali yang dilakukan secara konsisten oleh pemerintah daerah.

“Tapi yang pasti bahwa kita harus segera merespons dinamika di masyarakat. Di balik kesedihan kita tadi berkurang 70 ribu, tapi secara kumulatif totalnya ini Bapak/Ibu, ketika kita dikurangi kita mengajukan banyak. Tetap mengajukan, yang namanya ikhtiar ya coba saja ajukan,” lanjutnya.

Memasuki bulan Ramadan, Bupati juga mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tidak menjadikan ibadah puasa sebagai alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan. Ia menekankan bahwa bekerja sebagai pelayan publik merupakan bagian dari ibadah kepada Allah SWT

“Jadi tidak berarti bulan puasa menjadi malas, tidak serius, tidak disiplin, tidak sungguh-sungguh, malah merupakan momentum yang baik,” ungkapnya.

Bupati Garut menutup arahannya dengan memberikan apresiasi atas perbaikan kinerja yang telah dilakukan melalui berbagai program, termasuk optimalisasi sistem seperti Srikandi.

Ia meminta seluruh jajaran untuk tidak cepat berpuas diri karena tantangan pembangunan di Kabupaten Garut ke depan masih sangat berat.

Loading

Penulis : Wawan Uje

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Misteri Hilangnya Petani Barito Timur, Korban Ditemukan Meninggal di Hutan Desa Wuran
Kadis PUPR Bartim Bantah Dugaan Proyek Fiktif Rp400 Juta, Tantang Cek Lapangan: “Kalau Dibilang Tidak Ada Proyek, Itu Bohong”
Masyarakat Dua Wilayah Kecamatan Desak PemKab Bogor Percepat Rekonstruksi Ruas Jalan Ciherang-Ciapus
Pasca Blackout Hari Kedua di Sumbagut, Situasi Kamtibmas di Pakpak Bharat Aman dan Kondusif
Polres Bartim Mulai Selidiki Dugaan Proyek Fiktif Rp400 Juta di PUPR Perkim, Sejumlah Saksi Dipanggil
Warga Pondok Gelugur Kecewa, Lahan Sitaan Negara Dikelola Swasta Tanpa Libatkan Masyarakat
Cetak Hattrick Juara! Persib Bandung Angkat Trofi BRI Super League 
Adu Mulut KNPI Dramaga vs Humas RSKBP Warnai Kegiatan Baksos Khitanan Massal Gratis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:16 WIB

Misteri Hilangnya Petani Barito Timur, Korban Ditemukan Meninggal di Hutan Desa Wuran

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:59 WIB

Kadis PUPR Bartim Bantah Dugaan Proyek Fiktif Rp400 Juta, Tantang Cek Lapangan: “Kalau Dibilang Tidak Ada Proyek, Itu Bohong”

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:41 WIB

Masyarakat Dua Wilayah Kecamatan Desak PemKab Bogor Percepat Rekonstruksi Ruas Jalan Ciherang-Ciapus

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:49 WIB

Pasca Blackout Hari Kedua di Sumbagut, Situasi Kamtibmas di Pakpak Bharat Aman dan Kondusif

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:32 WIB

Polres Bartim Mulai Selidiki Dugaan Proyek Fiktif Rp400 Juta di PUPR Perkim, Sejumlah Saksi Dipanggil

Berita Terbaru