JAKARTA, MNP – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus optimalkan penerapan standar dapur sehat melalui penguatan proses pengolahan makanan yang higienis, aman, dan bergizi bagi seluruh Warga Binaan.
Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemasyarakatan dalam menjamin kualitas layanan pemenuhan kebutuhan dasar, khususnya di bidang pangan.
Proses pengolahan makanan di dapur Lapas Cipinang dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip kebersihan, keamanan pangan, serta kesesuaian nilai gizi, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pencucian, pengolahan, hingga penyajian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Seluruh tahapan dilakukan sesuai prosedur operasional standar guna memastikan makanan yang dikonsumsi Warga Binaan layak, sehat, dan memenuhi ketentuan yang berlaku.
Kepala Lapas Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan bahwa dapur sehat merupakan elemen penting dalam penyelenggaraan pemasyarakatan yang humanis.
Menurutnya, kualitas proses pengolahan makanan mencerminkan tanggung jawab negara dalam memenuhi hak dasar Warga Binaan.
“Dapur sehat tidak hanya tentang memasak, tetapi tentang bagaimana standar pengolahan yang higienis dan terkontrol. Makanan yang layak dan bergizi merupakan hak setiap Warga Binaan yang harus dipenuhi secara konsisten dan berkelanjutan,” tegasnya, Jumat (23/1).
Sejalan dengan itu, Kepala Bidang Pembinaan Lapas Cipinang, Iwan Setiawan, menyampaikan bahwa pengelolaan dapur sehat merupakan bagian dari sistem pembinaan yang terintegrasi.
Menurutnya, asupan gizi yang baik akan berdampak langsung pada kondisi fisik, mental, serta keberhasilan program pembinaan secara keseluruhan.
“Proses pengolahan makanan yang sesuai standar mendukung kesehatan Warga Binaan, sehingga mereka dapat mengikuti seluruh program pembinaan dengan optimal. Ini adalah bagian dari upaya membangun kualitas hidup yang lebih baik selama menjalani masa pidana,” ujarnya.
Petugas Pengelola dan Pengolah Makanan Lapas Cipinang, Isnanto Bimantoro, menjelaskan bahwa setiap tahapan kerja di dapur diawasi secara ketat.
Mulai dari sanitasi peralatan, kebersihan ruang masak, hingga pengolahan bahan makanan dilakukan sesuai prosedur untuk mencegah kontaminasi dan menjaga mutu pangan.
“Kami memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar, baik dari sisi kebersihan, teknik memasak, maupun penyajian. Tujuannya agar makanan yang dihasilkan tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga aman dan bergizi bagi Warga Binaan,” jelasnya.
Melalui penerapan dapur sehat dengan proses pengolahan yang sesuai standar, Lapas Cipinang menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada pemenuhan hak dasar.
Upaya ini sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, Kerja Nyata, Pelayanan PRIMA, dalam memastikan setiap Warga Binaan memperoleh layanan pangan yang layak sebagai penopang kesehatan dan keberhasilan pembinaan.
![]()
Penulis : Ragil
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan