TASIKMALAYA, MNP – Objek Wisata Cipanas Galunggung, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, mulai dipadati ribuan pengunjung pada hari pertama libur awal tahun, Kamis (01/01/2026).
Hingga pukul 14.00 WIB, tercatat lebih dari 2.600 wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, memadati kawasan pemandian air panas tersebut.
Pantauan di lapangan menunjukkan arus kendaraan roda dua dan roda empat mengalami kepadatan di gerbang masuk utama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Area parkir pun tampak penuh oleh pengunjung yang datang untuk menikmati sensasi hangatnya kolam pemandian serta tradisi botram (makan bersama) di alam terbuka.
Sansan, selaku perwakilan pengelola, mengungkapkan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengalami kenaikan tipis dibanding tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah ada peningkatan, tahun lalu di angka 87%, sekarang mencapai 88,5%. Namun, kami mencatat masukan dari pengunjung terkait perlunya penambahan sarana prasarana, terutama wahana bermain anak yang saat ini belum tersedia,” jelasnya.
Wisatawan diberikan berbagai pilihan kolam rendam. Bagi yang enggan berjalan jauh, tersedia kolam renang kelolaan Pemda yang tiketnya sudah termasuk di pintu masuk utama.
Namun, bagi pengunjung yang mencari suasana lebih tenang, tersedia Lokasi Kolam Rendam Teureup yang menawarkan bak rendam private yang baru saja diluncurkan, serta area kolam “Ember Pecah”.

Perlu dicatat, untuk area ini pengunjung dikenakan biaya tambahan karena dikelola secara berbeda.
Guna menjamin kenyamanan wisatawan, petugas gabungan TNI-Polri bersama tim medis disiagakan secara penuh.
Kanit Bimas Polsek Sukaratu, Aiptu Setyo Budi Purnomo, memastikan situasi di hari pertama 2026 ini aman dan kondusif.
“Kami terus melakukan pengamanan dan imbauan agar pengunjung menjaga keselamatan dan mematuhi aturan wisata. Sejauh ini tidak ada kejadian menonjol,” tegasnya.
Sementara itu, Staf Perawat Puskesmas Sukaratu, Roni Irawan S.Kep, menjelaskan bahwa tim medis siaga sejak 22 Desember hingga 3 Januari mendatang.
“Fungsi utama kami adalah penanganan P3K. Jika ada insiden yang tidak bisa ditangani di lokasi, kami akan segera merujuknya ke Puskesmas,” tambahnya.
Salah satu pengunjung asal Salawu, Agus, yang baru kembali berkunjung setelah tujuh tahun, memberikan apresiasinya namun tetap memberikan masukan kritis.
“Suasananya tetap asri, tapi kami berharap jumlah kolam dan tempat bermain anak diperbanyak. Selain itu, kebersihan dan jumlah tempat sampah juga perlu ditambah agar kenyamanan tetap terjaga,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Hendrik
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan