Tasikmalaya, MNP – Aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh geng motor kembali memakan korban di Kota Tasikmalaya pada malam tahun baru 2026.
Kali ini, seorang remaja berusia 13 tahun bernama Sehdale Nur, warga Jalan Siliwangi Tobing (SL Tobing) RT 02 RW 08, Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung, menjadi korban kebiadaban geng motor, Rabu (31/12/2025).
Saat ditemui di kediamannya, Sehdale menuturkan bahwa peristiwa tersebut bermula ketika dirinya bersama dua orang temannya menjenguk saudaranya, Radja Pratama Putra (18), yang tengah menjalani perawatan di RSUD dr. Soekardjo akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Cagak Perintis Kemerdekaan sekitar pukul 23.50 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kecelakaan tersebut diketahui melibatkan gerombolan sepeda motor yang diduga merupakan geng motor usai menjenguk saudaranya di Unit Gawat Darurat (UGD), Sehdale dan kedua rekannya pulang sekitar pukul 02.30 WIB dengan melintasi Jalan KHZ Mustofa.
Namun nahas, saat hampir tiba di rumah, tepatnya di Jalan SL Tobing depan Garasi Sumber Makmur, Sehdale diserempet oleh empat sepeda motor hingga terjatuh dari kendaraannya.
Menurut pengakuan korban, para pelaku mengendarai sepeda motor jenis Honda Scoopy, Honda Beat, serta dua unit motor trail Yamaha WR.
Sebelum menyerempet korban, salah seorang pelaku sempat melontarkan perkataan bernada ancaman, “Naon sia nu nareangan aing?” yang dijawab Sehdale dengan mengatakan bahwa dirinya baru pulang dari rumah sakit menjenguk keluarga.
Tanpa banyak bicara, para pelaku langsung menyerempet korban hingga terjatuh. Sehdale kemudian berlari menyelamatkan diri ke SPBU terdekat sambil meminta pertolongan kepada warga sekitar.
Sementara itu, para pelaku langsung meninggalkan lokasi kejadian.
Akibat kejadian tersebut, kunci sepeda motor korban dibawa oleh para pelaku.
Beruntung, telepon genggam milik Sehdale tidak ikut raib karena terjatuh di jalan saat insiden berlangsung. Korban mengalami luka-luka akibat terjatuh dari sepeda motor.
Menanggapi kejadian ini, orang tua korban, Bunda Ratu, berharap Pemerintah Kota dan Polres Tasikmalaya Kota dapat bertindak lebih tegas dan sigap dalam menangani aksi geng motor yang dinilai semakin meresahkan masyarakat.
“Katanya sudah dibentuk Satgas Pemberantasan Geng Motor, tapi kenyataannya di lapangan masih banyak korban. Alhamdulillah anak saya hanya luka-luka, tapi bagaimana kalau sampai dikeroyok hingga meninggal? Amit-amit,” ujarnya dengan nada prihatin.
Ia juga meminta agar pemerintah serius dalam memberantas geng motor demi terciptanya rasa aman, nyaman, dan tenteram bagi masyarakat Kota Tasikmalaya.
“Masyarakat ingin hidup aman dan tenang. Kami mohon perhatian serius dari pemerintah,” pungkasnya.
![]()
Penulis : DHS
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan