Sosialisasi 4 Pilar, Sohibul Iman: Jaga Harmoni Bangsa dan Serap Aspirasi Pedagang Kecil

Senin, 22 Desember 2025 - 10:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Dalam upaya memperkokoh jiwa nasionalisme dan memperkuat karakter bangsa, anggota MPR RI dari Fraksi PKS, H. Mohamad Sohibul Iman, Ph.D, menggelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI.

Kegiatan ini berlangsung di Cigede, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, pada Jumat (19/12/2025).

Program rutin MPR RI ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai empat konsensus dasar bernegara: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Dalam penyampaiannya, Sohibul Iman menekankan bahwa pemahaman terhadap 4 Pilar sangat krusial agar masyarakat mampu menjaga kebersamaan di tengah kemajemukan bangsa.

“Intinya, kita ingin memberikan kesadaran kepada masyarakat terkait konsensus-konsensus bernegara. Ini penting agar masyarakat mampu menjaga kebersamaan, kekompakan, dan keharmonisan di tengah keberagaman kita,” ujar Sohibul Iman kepada awak media.

Ia menambahkan bahwa nilai-nilai dalam 4 Pilar menjadi dorongan kuat bagi bangsa Indonesia untuk terus maju dan sejahtera dengan tetap mengedepankan persatuan.

Selain memaparkan materi kebangsaan, Sohibul Iman juga berdialog dengan komunitas Para Pejuang Nafkah (PPN).

Komunitas yang terdiri dari pelaku usaha sektor non-formal seperti pedagang cilok dan cimol ini menyampaikan aspirasi terkait dampak program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap penghasilan mereka.

“Mereka mengeluhkan kesulitan berusaha karena adanya program MBG. Anak-anak sekolah menjadi jarang jajan, sehingga omset para pedagang ini menurun drastis,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Sohibul Iman memberikan pandangan yang berimbang. Menurutnya, sisi positif MBG adalah program yang bagus untuk kesehatan dan pemenuhan gizi anak-anak.

Namun sisi dampak, Pemerintah harus memikirkan efek domino terhadap pedagang kecil yang selama ini bergantung pada ekosistem sekolah.

Sohibul Iman berjanji akan menyampaikan persoalan ini kepada pihak pemerintah pusat. Menurutnya, solusi jangka panjang adalah penyediaan lapangan kerja yang lebih stabil bagi para pejuang nafkah tersebut.

“Tentu yang ideal adalah pemerintah sesegera mungkin menyediakan lapangan pekerjaan lain. Jadi, mereka tidak harus terpaku berjualan yang pembelinya hanya anak-anak sekolah. Jika mereka bisa disalurkan bekerja di tempat lain, saya kira tidak akan ada persoalan,” pungkasnya.

Kegiatan sosialisasi ini diakhiri dengan apresiasi Sohibul Iman terhadap komunitas PPN yang dinilai sebagai cerminan nyata dari kekompakan dan semangat kemandirian ekonomi di tingkat akar rumput.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Proyek Jalan Nasional Ampah–Pasar Panas Rp23 Miliar Terus Dikebut, Target Rampung Desember 2026
PAD Tidak Tercapai, Siapa yang Bertanggung Jawab? GMNI Minta Bapenda Berhenti Tertutup
MBG Gagal, Pejabatnya Tersandung Korupsi, Kini KDMP Dipaksakan
Banyak Sekolah Direvitalisasi, Mengapa SDN 3 Puspahiang Malah Terlewat?
Desak Penegakan Hukum, Tokoh Pendiri Barito Timur Tuntut Investigasi Tuntas Dugaan Proyek Fiktif Badampu–Bantayum
Arga Hot Spring Hadirkan Wahana Fantastis, Diburu Wisatawan Lokal dan Luar Daerah
Sikap Tertutup Camat Baru Ciampea Terhadap Kiprah Jurnalis, Picu Spekulasi Miring Insan Pers 
Wabup Pakpak Bharat Hadiri Pisah Sambut Kepala Kantor BPN, Ingatkan Keunikan Sistem “Sukit Ni Talun”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:36 WIB

Proyek Jalan Nasional Ampah–Pasar Panas Rp23 Miliar Terus Dikebut, Target Rampung Desember 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:34 WIB

PAD Tidak Tercapai, Siapa yang Bertanggung Jawab? GMNI Minta Bapenda Berhenti Tertutup

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:58 WIB

MBG Gagal, Pejabatnya Tersandung Korupsi, Kini KDMP Dipaksakan

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:45 WIB

Banyak Sekolah Direvitalisasi, Mengapa SDN 3 Puspahiang Malah Terlewat?

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:19 WIB

Desak Penegakan Hukum, Tokoh Pendiri Barito Timur Tuntut Investigasi Tuntas Dugaan Proyek Fiktif Badampu–Bantayum

Berita Terbaru

Sampai Kapan Rakyat Menjadi Kelinci Percobaan Kebijakan?

Berita terbaru

MBG Gagal, Pejabatnya Tersandung Korupsi, Kini KDMP Dipaksakan

Jumat, 19 Jun 2026 - 15:58 WIB