Tasikmalaya, MNP – Dalam upaya memperkokoh jiwa nasionalisme dan memperkuat karakter bangsa, anggota MPR RI dari Fraksi PKS, H. Mohamad Sohibul Iman, Ph.D, menggelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI.
Kegiatan ini berlangsung di Cigede, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, pada Jumat (19/12/2025).
Program rutin MPR RI ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai empat konsensus dasar bernegara: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam penyampaiannya, Sohibul Iman menekankan bahwa pemahaman terhadap 4 Pilar sangat krusial agar masyarakat mampu menjaga kebersamaan di tengah kemajemukan bangsa.
“Intinya, kita ingin memberikan kesadaran kepada masyarakat terkait konsensus-konsensus bernegara. Ini penting agar masyarakat mampu menjaga kebersamaan, kekompakan, dan keharmonisan di tengah keberagaman kita,” ujar Sohibul Iman kepada awak media.
Ia menambahkan bahwa nilai-nilai dalam 4 Pilar menjadi dorongan kuat bagi bangsa Indonesia untuk terus maju dan sejahtera dengan tetap mengedepankan persatuan.
Selain memaparkan materi kebangsaan, Sohibul Iman juga berdialog dengan komunitas Para Pejuang Nafkah (PPN).
Komunitas yang terdiri dari pelaku usaha sektor non-formal seperti pedagang cilok dan cimol ini menyampaikan aspirasi terkait dampak program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap penghasilan mereka.
“Mereka mengeluhkan kesulitan berusaha karena adanya program MBG. Anak-anak sekolah menjadi jarang jajan, sehingga omset para pedagang ini menurun drastis,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Sohibul Iman memberikan pandangan yang berimbang. Menurutnya, sisi positif MBG adalah program yang bagus untuk kesehatan dan pemenuhan gizi anak-anak.
Namun sisi dampak, Pemerintah harus memikirkan efek domino terhadap pedagang kecil yang selama ini bergantung pada ekosistem sekolah.
Sohibul Iman berjanji akan menyampaikan persoalan ini kepada pihak pemerintah pusat. Menurutnya, solusi jangka panjang adalah penyediaan lapangan kerja yang lebih stabil bagi para pejuang nafkah tersebut.
“Tentu yang ideal adalah pemerintah sesegera mungkin menyediakan lapangan pekerjaan lain. Jadi, mereka tidak harus terpaku berjualan yang pembelinya hanya anak-anak sekolah. Jika mereka bisa disalurkan bekerja di tempat lain, saya kira tidak akan ada persoalan,” pungkasnya.
Kegiatan sosialisasi ini diakhiri dengan apresiasi Sohibul Iman terhadap komunitas PPN yang dinilai sebagai cerminan nyata dari kekompakan dan semangat kemandirian ekonomi di tingkat akar rumput.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan