Fakta Banjir di Depan SPBU Mangkubumi: Titik Lemah Drainase dan Lempar Kebijakan Antar Dinas

Rabu, 12 November 2025 - 08:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Banjir yang kerap terjadi di depan SPBU Mangkubumi bukan lagi peristiwa baru bagi warga sekitar.

Setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut, genangan air dengan cepat meluas hingga menutup sebagian badan jalan utama.

Fenomena ini bukan hanya mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan, tetapi juga menjadi cerminan nyata dari persoalan infrastruktur drainase yang belum tuntas diurai hingga kini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anton, selaku Ketua P3A Mandiri Mangkubumi, memaparkan fakta di balik persoalan tersebut, Selasa (11/11/2025).

Menurutnya, penyebab utama banjir di depan SPBU Mangkubumi berasal dari penyempitan aliran buangan air yang mengarah dari area SPBU menuju Kampung Babakan Jati.

Kondisi ini diperparah oleh adanya bangunan liar di sekitar jalur air, serta gorong-gorong di bawah aliran Sungai Cikunten 2 yang berukuran kecil dan tidak mampu menampung debit air besar ketika hujan deras.

“Jika saluran itu tidak dibenahi tanpa kajian menyeluruh, justru banjir akan berpindah ke wilayah lain seperti Panyarang, Liung Gunung, Ciponyo sampai Cilamajang Cigantang,” ujar Anton.

Ia menjelaskan, aliran air yang seharusnya mengalir lancar justru tersendat di beberapa titik akibat dimensi saluran yang tidak memadai. Akibatnya, air meluap ke jalan raya dan permukiman sekitar SPBU setiap musim penghujan tiba.

Anton juga menguraikan bahwa solusi teknis yang ideal adalah dengan melakukan perbesaran gorong-gorong dan pelebaran saluran pembuangan air mulai dari Babakan Jati – Ciponyo – Cigantang hingga ke jalur pembuangan akhir di Cilamajang.

Dengan sistem aliran yang lebih besar dan terkoneksi secara komprehensif, risiko banjir dapat diminimalisir tanpa menimbulkan dampak baru di wilayah lain.

Namun, permasalahan yang terjadi bukan hanya soal teknis. Sejak tahun 2012, usulan penanganan banjir di kawasan tersebut telah berulang kali diajukan kepada dinas-dinas terkait, seperti Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Dinas PSDA, dan Dinas PUTR Kota Tasikmalaya.

Sayangnya, hingga kini belum ada realisasi konkret yang bisa dirasakan oleh masyarakat. Anton menilai, lambatnya penanganan ini disebabkan oleh koordinasi yang tidak sinkron dan saling lempar kebijakan antarinstansi.

“Setiap tahun kami ajukan, namun yang terjadi hanya wacana dan janji tindak lanjut. Ada indikasi bahwa masing-masing dinas merasa bukan kewenangannya, sehingga masalah ini tidak pernah benar-benar diselesaikan,” tambahnya.

Kondisi tersebut kini menimbulkan keprihatinan mendalam bagi warga. Selain mengancam kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, banjir yang terjadi secara berulang juga menimbulkan kerugian ekonomi.

Usaha kecil di sekitar lokasi sering kali terpaksa berhenti beroperasi sementara, sementara arus lalu lintas di jalur utama Mangkubumi kerap mengalami kemacetan panjang akibat genangan air yang tinggi.

Melihat situasi yang berlarut-larut, masyarakat berharap pemerintah kota bersama instansi teknis segera duduk bersama mencari solusi konkret dan menyeluruh.

Tidak hanya melakukan tambal sulam sementara, tetapi membangun sistem drainase terpadu yang mempertimbangkan aspek teknis, ekologis, dan sosial masyarakat.

Karena pada akhirnya, banjir di depan SPBU Mangkubumi bukan sekadar persoalan genangan air, melainkan potret nyata dari perlunya komitmen bersama dalam membangun tata kelola infrastruktur yang berkelanjutan di Kota Tasikmalaya.

Loading

Penulis : SN

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Bupati Paris Yasir Buka Kompetisi Inovasi Daerah 2026, Dorong OPD Hadirkan Terobosan Berdampak Nyata
Menyibak Dugaan Pelanggaran Etik Oknum Kepala SPPG, 2 Jurnalis Mengaku Dijebak Ormas
Wabup Enrekang Pimpin HLM PAD Triwulan III, Dorong OPD Genjot Pajak dan Retribusi Daerah
Pengusaha Asal Makassar dan Gandara Group Wujudkan Impian Masjid Megah Warga Pangandaran
Dituduh Berafiliasi Soal Penggalian, PT Kharisma Agata Nusantara Berikan Hak Jawab
Bersama Kapolri via Zoom, Polres Pakpak Bharat Gelar Deklarasi Menolak Narkoba
Terima Penghargaan dari Ketua TP PKK Sumut, Ny. Juniatry Franc Tumanggor Tegaskan Komitmen Perlindungan Anak
Tanamkan Jiwa Nasionalisme Sejak Dini, Murid SDN 2 Cibeuti Antusias Ikuti Upacara Bersama TNI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Bupati Paris Yasir Buka Kompetisi Inovasi Daerah 2026, Dorong OPD Hadirkan Terobosan Berdampak Nyata

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:10 WIB

Menyibak Dugaan Pelanggaran Etik Oknum Kepala SPPG, 2 Jurnalis Mengaku Dijebak Ormas

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:58 WIB

Wabup Enrekang Pimpin HLM PAD Triwulan III, Dorong OPD Genjot Pajak dan Retribusi Daerah

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:45 WIB

Pengusaha Asal Makassar dan Gandara Group Wujudkan Impian Masjid Megah Warga Pangandaran

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 05:30 WIB

Dituduh Berafiliasi Soal Penggalian, PT Kharisma Agata Nusantara Berikan Hak Jawab

Berita Terbaru