Dibalik Keriuhan ‘Bapak Aing’, Kisah Haru Anak Disabilitas, Curhat Sukwan dan Jeritan Korban PHK

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 15:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Acara puncak peringatan Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke-24 yang digelar di eks Terminal Cilembang pada Jumat malam (17/10/2025) dipadati ribuan warga yang antusias menyambut kehadiran Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).

Namun, kedatangan KDM diwarnai sejumlah kejutan di luar rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya, serta momen haru yang mengungkap jeritan rakyat di tengah gegap gempita perayaan.

Kedatangan KDM disebut-sebut sulit ditebak oleh Pemkot. Meskipun jadwal awal menyebutkan keberangkatan melalui jalur udara dengan helikopter yang mendarat di Lanud Cibeureum, KDM justru memilih jalur darat melewati Wado Sumedang.

Kejadian di luar rencana ini berlanjut. Setelah menghadiri Sidang Paripurna DPRD, KDM tidak menyempatkan diri mampir ke Bale Kota.

Hal ini membuat rencana Pemkot Tasikmalaya—melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH)—untuk memberikan hadiah cenderamata “Rumah Sampah” yang dibuat oleh pengrajin UMKM sebagai simbol cinta lingkungan, urung terlaksana.

Acara puncak di eks Terminal Cilembang pun mendapat sorotan kritis. Lokasi dinilai kurang persiapan matang dan terkesan dipaksakan, terbukti dari lokasi UMKM yang belum sepenuhnya diratakan oleh alat berat.

Sebelumnya, saat Rapat di DPRD, KDM bahkan sempat menyinggung kondisi AC yang kurang dingin dan warnanya sudah menguning.

KDM tiba di eks Terminal Cilembang pada Pukul 20.36 WIB melalui jalur samping kiri panggung, berjalan kaki dikawal aparat keamanan. Teriakan histeris “Bapak Aing!” dan “Menta Duit!” menggema dari warga yang berdesakan ingin bersalaman.

Di tengah kerumunan, terekam momen paling miris: suara lantang seorang warga terdengar meneriakkan aspirasi pilu.

“KANG DEDI, ABI KORBAN PHK 56 eks Karyawan RSUD Kota Tasikmalaya! Ukeun tulung menta keadilan, tos sabaraha kali ka Lembur Pakuan teu aya panggilan wae (Tolong minta keadilan, sudah berapa kali ke Lembur Pakuan tidak ada panggilan juga).”

Di sudut lain, seorang petugas Sukarelawan (Sukwan) DLH (Petugas Lingkungan Hidup) Kota Tasikmalaya hadir khusus untuk bertemu KDM.

Petugas yang enggan disebutkan namanya ini berharap Gubernur bisa menjadi jembatan agar Pemkot memperhatikan kesejahteraan mereka.

Sukarelawan ini mengatakan, dirinya di sini ingin berjuang dan bertemu KDM agar Pemerintah Kota Tasik memperhatikan Sukwan supaya mendapatkan penghasilan tetap untuk membiayai kehidupan keluarga kami.

“Kami mengorbankan jiwa raga kami agar Kota Tasikmalaya bisa bersih, tapi pemerintah tidak memperhatikan kesejahteraan dan kesehatan kami,” keluhnya.

Di tengah kerumunan, muncul kisah perjuangan mengharukan. Sebuah keluarga dari Kampung Cicurug Ojo datang jauh-jauh membawa anak mereka penyandang disabilitas, Abay, yang sangat ingin bertemu dengan KDM.

Orang tua Abay bercerita bahwa anaknya dulu pernah berfoto dengan KDM di Dadaha. Walau sulit menembus batas pengamanan, Ayah Abay berinisiatif meminta bantuan Jurnalis Lapangan untuk mengupayakan pertemuan itu.

Setelah sempat terjadi adu pendapat dengan Ketua Acara, Pak Cecep, yang khawatir kejadian tersebut dianggap eksploitasi anak, hati sang panitia terenyuh. Kemudian berkoordinasi langsung dengan Kapolres Tasikmalaya Kota, Bapak M. Faruk Rozi.

Berkat inisiatif cepat, Kapolres menerjunkan anggotanya untuk mengawal keluarga Abay.

“Alhamdulillah,” berkat bantuan dari Kapolres M. Faruk Rozi dan persetujuan dari Pak Cecep, keluarga Abay akhirnya dipersilakan masuk dan bisa menonton KDM dari dekat.

Momen ini menjadi pengingat bahwa di balik kemeriahan pesta Hari Jadi, ada harapan besar dan kebutuhan nyata yang harus dijawab oleh pemerintah daerah.

Loading

Penulis : DK

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Dedikasi dan Kinerja Plt Kasubag Umum dan Kepegawaian Kadisparbud Garut Tuai Apresiasi
Aksi Pengeroyokan Berdarah di Tarogong Kaler Terungkap, 22 Orang Diangkut ke Polres Garut
Objek Aset Masih Berstatus Sengketa, Maybank Tasikmalaya Didesak Tunda Proses Lelang
Pelit Informasi, Maybank Tasikmalaya Larang Wartawan Liput Audiensi Nasabah
Eksistensi Komite Sekolah Dipertanyakan: Wadah Aspirasi atau Jembatan Pungli?
PASAR BARAKA DILANDA SAMPAH! Wabup Akui Armada Tua dan BBM Tersendat, Enrekang Darurat Kebersihan
Bangkitkan Semangat Siswa, TNI dan Warga Gotong Royong Cat Lapangan MI Miftahul Ulum Parungponteng 
Buka Orientasi PPPK 2026, Sekda Pakpak Bharat Minta Pegawai Jadi Duta Budaya dan Perkuat Sinergi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:49 WIB

Dedikasi dan Kinerja Plt Kasubag Umum dan Kepegawaian Kadisparbud Garut Tuai Apresiasi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Aksi Pengeroyokan Berdarah di Tarogong Kaler Terungkap, 22 Orang Diangkut ke Polres Garut

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:28 WIB

Objek Aset Masih Berstatus Sengketa, Maybank Tasikmalaya Didesak Tunda Proses Lelang

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:16 WIB

Pelit Informasi, Maybank Tasikmalaya Larang Wartawan Liput Audiensi Nasabah

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Eksistensi Komite Sekolah Dipertanyakan: Wadah Aspirasi atau Jembatan Pungli?

Berita Terbaru