Tasikmalaya, MNP – Permasalahan sampah yang tak kunjung usai di Kota Tasikmalaya menjadi perhatian serius DPR RI.
Wakil Ketua DPR RI Komisi XII, H. Dony Maryadi Oekon, S.T bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Lingkungan Hidup, menggelar sosialisasi bertema “Edukasi dan Informasi Pengelolaan Sampah di Kota Tasikmalaya” Selasa (07/10/2025).
H. Dony Maryadi Oekon mengatakan bahwa Pemerintah, melalui DPR, sedang mengembangkan teknologi Waste to Energy (WtE) atau “sampah menjadi energi”.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Teknologi ini bertujuan mengubah sampah yang tidak dapat didaur ulang menjadi energi bermanfaat seperti listrik atau panas.
“Untuk mengurangi sampah ini kita akan menggunakan waste to energy. Teknologinya di dunia sudah banyak, dan di kita lagi didorong ilmuwan-ilmuwan kita, bahkan dari ITB juga sudah mulai jalan. Di Bandung sendiri sudah berjalan waste to energy karena Bandung juga punya masalah yang sama yaitu sampah,” ungkap H. Dony.
Untuk mendukung implementasi teknologi WtE, H. Dony menambahkan bahwa Komisi XII DPR RI sedang membahas Undang-Undang Energi Baru Terbarukan (EBT).
Undang-undang ini akan menjadi dasar hukum yang kuat untuk mendorong dan mengatur usaha energi baru terbarukan kedepan.
“Kita dari DPR RI khususnya Komisi XII, kita mendorong program pemerintah karena ini kan harus berdasarkan peraturan. Makanya DPR sendiri yang kebetulan saya sebagai PANJA-nya untuk membahas masalah Undang-Undang EBT. Undang-undang ini insyaallah akan diselesaikan di periode ini, mudah-mudahan semester depan bisa kita selesaikan,” tegasnya.
Di lokasi yang sama, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya, H. Muslim, S.Sos., M.Si., menyampaikan terima kasih atas kepedulian DPR RI dan Kementerian Lingkungan Hidup.

Ia berharap kedatangan mereka dapat membawa solusi terbaik bagi persoalan sampah yang tak kunjung tuntas selama 24 tahun di Kota Tasikmalaya.
H. Muslim juga mengusulkan agar Pemerintah Kota Tasikmalaya dapat menarik investor untuk membangun industri daur ulang sampah.
“Saya berharap dan mengusulkan ada investor ke Kota Tasikmalaya untuk industri mendaur ulang sampah, seperti yang tadi Pak H. Dony sampaikan, bisa menjadi energi, bahan baku bangunan, dan lainnya,” kata H. Muslim.
Ia khawatir, tanpa adanya industri hilir pengolahan sampah, meski fasilitas angkutan diperbanyak, sampah sebanyak kurang lebih 4.000 ton per tahun akan terus menumpuk dan berpotensi menjadi gunung dan lautan sampah di masa depan.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan