Enrekang dan Jasindo Jalin Kerja Sama, Petani Terlindungi dari Gagal Panen

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 21:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Enrekang, MNP – Pemerintah Kabupaten Enrekang saat ini tengah menjalin komunikasi intensif dengan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) melalui Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Pertanian terkait program Jaminan Gagal Panen.

Program unggulan pasangan Bupati H. Muh. Yusuf Ritangnga dan Wakil Bupati Andi Tenri Liwang La Tinro ini bertujuan memberikan perlindungan kepada petani padi yang mengalami gagal panen akibat banjir, kekeringan, atau serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

Dengan adanya program ini, diharapkan petani di Kabupaten Enrekang dapat lebih percaya diri dalam mengembangkan usaha taninya, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka.

Kerja sama ini menjadikan Enrekang sebagai satu-satunya kabupaten di Sulawesi Selatan yang bekerja sama dengan Jasindo dalam program ini.

“Kami berharap program ini dapat membantu mengurangi risiko bagi petani dan meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Enrekang,” kata Andi Tenri Liwang.

Beliau juga menambahkan bahwa program ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mengurangi kemiskinan di pedesaan.

Dengan demikian, diharapkan bahwa program ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Enrekang.

Pemerintah Kabupaten Enrekang berkomitmen untuk memajukan sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Bupati Enrekang, H. Muh. Yusuf Ritangnga, yang juga seorang petani sebelum menjadi bupati, sangat peduli dengan nasib petani di daerahnya.

Beliau selalu menekankan pentingnya meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan taraf hidup mereka.

Program Jaminan Gagal Panen ini, diharapkan bahwa petani di Kabupaten Enrekang dapat lebih percaya diri dalam mengembangkan usaha taninya.

Dalam waktu dekat, Pemerintah Kabupaten Enrekang akan melaksanakan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Jasindo sebagai langkah konkret implementasi program ini.

MoU ini akan menjadi landasan hukum bagi kerja sama antara kedua pihak dalam memberikan perlindungan kepada petani

Dengan adanya MoU ini, diharapkan bahwa program Jaminan Gagal Panen dapat berjalan dengan lancar dan efektif dalam memberikan manfaat kepada petani.

Program Jaminan Gagal Panen ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan petani dan mengurangi risiko gagal panen yang dapat berdampak pada ekonomi daerah.

Pemerintah Kabupaten Enrekang akan terus berupaya untuk menjangkau seluruh area persawahan dan meningkatkan produktivitas pertanian, terutama untuk komoditi unggulan seperti bawang merah.

Dengan demikian, diharapkan bahwa program ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Enrekang.

Dengan adanya program ini, diharapkan bahwa petani di Kabupaten Enrekang dapat lebih percaya diri dalam mengembangkan usaha taninya, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka.

Pemerintah Kabupaten Enrekang juga akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pertanian, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Dalam jangka panjang, program Jaminan Gagal Panen ini diharapkan dapat menjadi salah satu contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan program yang serupa untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mengurangi risiko gagal panen.

Dengan demikian, diharapkan bahwa program ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Enrekang dan daerah lainnya di Indonesia.

Loading

Penulis : Rahmat Lamada

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Turnamen Voli Antar-RT Desa Limau Manis Meriah, Kades Hermansyah Turun Bertanding
Rugi Ratusan Juta, Korban Investasi Bodong Dapur SPPG Lapor Polisi
Juru Bicara KPK Klarifikasi Kabar Gempar OTT di Kabupaten Bogor
Adu Angker Gedung KPK vs Kantor Bupati Bogor, di Balik Kabar OTT Sejumlah Pejabat
Debat Panas di Grup WhatsApp, Dosen vs Aktivis: Apakah Merakyat Hanya saat Ada Kamera?
Polisi Tangkap Dua Pelaku Pencurian Warung di Tarogong Kaler Garut, Curi TV hingga Rokok
Bupati Garut Minta Calon Pimpinan BAZNAS Kelola Lembaga Secara Profesional
Polda Riau Bongkar Jaringan hingga Pemodal dan Amankan Rp972,8 Juta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:26 WIB

Turnamen Voli Antar-RT Desa Limau Manis Meriah, Kades Hermansyah Turun Bertanding

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:11 WIB

Rugi Ratusan Juta, Korban Investasi Bodong Dapur SPPG Lapor Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:48 WIB

Juru Bicara KPK Klarifikasi Kabar Gempar OTT di Kabupaten Bogor

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Adu Angker Gedung KPK vs Kantor Bupati Bogor, di Balik Kabar OTT Sejumlah Pejabat

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:23 WIB

Debat Panas di Grup WhatsApp, Dosen vs Aktivis: Apakah Merakyat Hanya saat Ada Kamera?

Berita Terbaru

Kuasa hukum pelapor, Meiman N. Rukmana, S.H., M.H

Berita terbaru

Rugi Ratusan Juta, Korban Investasi Bodong Dapur SPPG Lapor Polisi

Kamis, 20 Agu 2026 - 20:11 WIB

Berita terbaru

Juru Bicara KPK Klarifikasi Kabar Gempar OTT di Kabupaten Bogor

Kamis, 20 Agu 2026 - 19:48 WIB