Lagi-lagi Kasus MBG, Kader Posyandu Cipeuteuy Tengah Sebut Makanan Tidak Layak Konsumsi 

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 12:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai perbincangan publik lantaran kasus yang terus terjadi di lapangan.

Salah satunya pada kegiatan Posyandu di Cipeuteuy Tengah, Desa Sukamukti, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, kemarin.

Makanan yang dibagikan melalui program MBG terpaksa dikembalikan lantaran dianggap tidak layak konsumsi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi hal tersebut, Septyan Hadinata, tokoh masyarakat Cisayong sekaligus pengurus A’wan MWC NU Cisayong, menyampaikan keprihatinannya.

Ia menilai kejadian ini bukan hanya bentuk kelalaian, tetapi juga bisa mengarah pada kondisi malnutrisi atau gizi buruk yang berbahaya bagi balita.

“Informasi yang kami terima, makanan MBG baru diterima sore hari menjelang Magrib oleh kader Posyandu. Ini jelas tidak sesuai prosedur. Apalagi makanan untuk balita harus betul-betul terjamin kualitas dan ketepatannya,” ujarnya, Jumat (03/10/2025).

Septyan menegaskan, pihak dapur MBG harus bertanggung jawab atas insiden ini. Ia bersama gerakan Pergerakan Solidaritas Ummat berencana melakukan investigasi lapangan, sekaligus melaporkan kasus tersebut ke pemerintah pusat melalui kanal Dumas Lapor Presiden.

“Kami minta Camat dan jajaran Forkopimcam yakni Danramil, Kapolsek Cisayong segera menindaklanjuti kasus ini. Ada unsur kelalaian yang nyata dari pihak dapur atau pengelola MBG,” tambahnya.

Lebih jauh, Septyan meminta seluruh dapur penyedia MBG di wilayah Cisayong diumumkan secara terbuka kepada publik, apakah sudah memenuhi standar persyaratan yang ditentukan pemerintah.

Ia juga mendesak agar program MBG di Cisayong untuk sementara dihentikan sebelum ada kepastian soal legalitas dan standar keamanan dapur.

Septyan juga mengapresiasi keberanian kader Posyandu yang mengembalikan kiriman MBG tersebut. Menurutnya, langkah itu menunjukkan tanggung jawab moral kader yang lebih mengutamakan keselamatan masyarakat, terutama balita.

“Keberanian seperti ini patut dicontoh oleh kader Posyandu lainnya, bahkan pihak sekolah pun harus berani menolak makanan MBG apabila memang tidak sesuai atau tidak layak konsumsi,” katanya.

Sebelumnya, marak beredar sebuah video di media sosial yang memperlihatkan kader Posyandu mengunggah momen pengembalian makanan MBG karena tidak layak konsumsi.

Postingan tersebut viral di berbagai platform dan menuai beragam komentar dari netizen, mulai dari dukungan hingga kritik keras terhadap penyelenggara program.

“Kami juga meminta Bupati Tasikmalaya melalui Satgas MBG segera turun tangan. Keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas utama,” tegas Septyan.

Loading

Penulis : Ist

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Dugaan Pengondisian Lelang Proyek: Nilai HPS Berubah Drastis Usai Tender Ulang
Polsek Kuala Cenaku Datangi Desa Kuala Mulia, Salurkan Bansos hingga Cek Kesehatan Gratis
Kepergok Curi Motor di Natar, Polisi Sita 7 Mata Kunci T dan 2 Gagang
Dana Rp6,8 Miliar Tanpa Kepastian, Nasabah Prioritas Luapkan Emosi di Bank Mandiri Tasikmalaya
Kuliah Berbasis Lapangan, Mahasiswa Program Studi PKO UNIMEN Praktek Panjat Tebing di Mandu Tontonan
Rektor UNIMEN Rombak Struktur Pejabat, Bidik Performa Kampus Makin Kompetitif
Sambut Usia Perak Kota Tasikmalaya, Kecamatan Bungursari Gelar Pesta Rakyat hingga Launching Inovasi BiVaSS
Menatap Masa Depan Lewat Hidroponik, Cara Rutan Pemalang Asah Keterampilan Warga Binaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:23 WIB

Dugaan Pengondisian Lelang Proyek: Nilai HPS Berubah Drastis Usai Tender Ulang

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Polsek Kuala Cenaku Datangi Desa Kuala Mulia, Salurkan Bansos hingga Cek Kesehatan Gratis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Kepergok Curi Motor di Natar, Polisi Sita 7 Mata Kunci T dan 2 Gagang

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Dana Rp6,8 Miliar Tanpa Kepastian, Nasabah Prioritas Luapkan Emosi di Bank Mandiri Tasikmalaya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Kuliah Berbasis Lapangan, Mahasiswa Program Studi PKO UNIMEN Praktek Panjat Tebing di Mandu Tontonan

Berita Terbaru

Berita terbaru

Kepergok Curi Motor di Natar, Polisi Sita 7 Mata Kunci T dan 2 Gagang

Selasa, 20 Okt 2026 - 17:49 WIB