Sekolah Rakyat di Kota Tasikmalaya, Program Pemutus Rantai Kemiskinan Melalui Pendidikan 

Senin, 8 September 2025 - 18:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Dari sekian banyak lembaga pendidikan hanya ada satu sekolah di kota Tasikmalaya sebagai satu-satunya daerah di Jawa Barat yang mendapatkan program Sekolah Rakyat dari pemerintah pusat.

Program ini digadang-gadang menjadi salah satu upaya nyata dalam memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan yang lebih merata bagi masyarakat, Senin (08/09/2025).

Saat ini pembangunan Sekolah Rakyat masih dalam tahap renovasi sejak pertengahan Agustus lalu, dengan nilai anggaran sebesar Rp 397.522.000. Proyek renovasi tersebut ditargetkan rampung pada akhir September 2025.

Norma Citra, selaku konsultan pengawas dari PT Adi Prima bersama rekannya Muhammad Zaki, dipercaya mengawasi langsung pengerjaan renovasi di SDN Rahayu 2, yang berlokasi di Kampung Sambong Pari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya.

Norma mengatakan, renovasi pembangunan Sekolah Rakyat ini dimulai pertengahan Agustus, yang insya Allah akan selesai di akhir September.

Pembangunan ini lanjut Norma, difokuskan pada tiga ruang kelas (rombel), dan menurut informasi yang diterima, Sekolah Rakyat ini diperuntukkan bagi jenjang SD, SMP, bahkan dilengkapi asrama.

“Namun untuk mekanismenya lebih detail, saya hanya sebatas pengawas di lapangan,” ujar Norma kepada awak media.

Sementara itu, Muhammad Zaki menegaskan bahwa proses pembangunan berjalan sesuai dengan standar prosedur operasional (SOP).

“Alhamdulillah, secara teknis, pembangunan ini sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku. Bahan bangunan juga sesuai standar, sehingga bisa dipastikan tidak ada penyimpangan, baik dari segi anggaran maupun material yang digunakan,” ungkapnya.

Dengan adanya pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Tasikmalaya ini, masyarakat berharap kualitas pendidikan dapat meningkat sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mengenyam pendidikan yang layak.

Loading

Penulis : DK

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Pamit ke Pesantren, Dua Remaja Kembar Asal Garut Hilang Kontak Pasca Turun di Terminal Singaparna
Misteri Hilangnya Petani Barito Timur, Korban Ditemukan Meninggal di Hutan Desa Wuran
Kadis PUPR Bartim Bantah Dugaan Proyek Fiktif Rp400 Juta, Tantang Cek Lapangan: “Kalau Dibilang Tidak Ada Proyek, Itu Bohong”
Masyarakat Dua Wilayah Kecamatan Desak PemKab Bogor Percepat Rekonstruksi Ruas Jalan Ciherang-Ciapus
Pasca Blackout Hari Kedua di Sumbagut, Situasi Kamtibmas di Pakpak Bharat Aman dan Kondusif
Polres Bartim Mulai Selidiki Dugaan Proyek Fiktif Rp400 Juta di PUPR Perkim, Sejumlah Saksi Dipanggil
Warga Pondok Gelugur Kecewa, Lahan Sitaan Negara Dikelola Swasta Tanpa Libatkan Masyarakat
Cetak Hattrick Juara! Persib Bandung Angkat Trofi BRI Super League 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 10:28 WIB

Pamit ke Pesantren, Dua Remaja Kembar Asal Garut Hilang Kontak Pasca Turun di Terminal Singaparna

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:16 WIB

Misteri Hilangnya Petani Barito Timur, Korban Ditemukan Meninggal di Hutan Desa Wuran

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:59 WIB

Kadis PUPR Bartim Bantah Dugaan Proyek Fiktif Rp400 Juta, Tantang Cek Lapangan: “Kalau Dibilang Tidak Ada Proyek, Itu Bohong”

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:41 WIB

Masyarakat Dua Wilayah Kecamatan Desak PemKab Bogor Percepat Rekonstruksi Ruas Jalan Ciherang-Ciapus

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:49 WIB

Pasca Blackout Hari Kedua di Sumbagut, Situasi Kamtibmas di Pakpak Bharat Aman dan Kondusif

Berita Terbaru