Tasikmalaya, MNP – Program KATASIK atau Kawasan Wisata Tematik yang digagas oleh Pj. Wali Kota Tasikmalaya pada tahun 2023 kini mulai menampakkan geliatnya.
Meski tidak dibekali anggaran khusus (non-budgeter), program ini hadir sebagai wujud pemberdayaan masyarakat berbasis kolaborasi di 10 kecamatan se-Kota Tasikmalaya, Jumat (05/09/2025).
Kesuksesan program ini tentu tidak lepas dari peran sosok-sosok penggerak di lapangan. Salah satunya adalah Irvandi, Ketua Dewan KATASIK Kecamatan Purbaratu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sosok petani milenial asal Kelurahan Sukanagara ini dikenal visioner dan terus mencari cara agar kebermanfaatan program KATASIK benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Mengandalkan kearifan lokal serta sumber daya alam yang ada, Irvandi berusaha mengolah potensi wilayahnya agar bisa dikembangkan menjadi kawasan wisata tematik bernuansa Agro Edu Wisata.
Ia tercatat sebagai Pembudidaya Ikan Milenial Provinsi Jawa Barat pada tahun 2022, sebuah pengakuan yang menambah semangatnya untuk terus berinovasi.
Irvandi menyebut, daerahnya ini adalah wilayah pertanian yang komplit. Ada petani, ada pembudidaya, ada juga peternak. Tinggal bagaimana mengkolaborasikan kegiatan masyarakat ini, lalu dikemas menjadi destinasi baru yang edukatif di Kota Tasikmalaya.
“Selain menjadi sumber penghasilan masyarakat, kawasan ini juga bisa menjadi tempat wisata sekaligus sarana belajar tentang agribisnis,” jelas Irvandi.
Namun, ia tak menampik bahwa membangun kawasan wisata tanpa dukungan anggaran bukan hal yang mudah.
Dibutuhkan semangat, konsistensi, dan kerja sama dengan para petani, pembudidaya, maupun peternak agar program ini bisa terwujud.
“Kalau kita poles dengan baik, Agro Edu Wisata ini akan menjadi sesuatu yang baru dan memiliki daya tarik tersendiri. Semoga bisa berjalan sesuai impian bersama, menghadirkan destinasi wisata keluarga baru di Kota Tasikmalaya, sekaligus menjadi tujuan study tour maupun area penelitian lainnya,” tambahnya.
Sosok Irvandi menjadi bukti nyata bahwa dengan kemauan dan semangat kolaborasi, program non-budgeter pun dapat tumbuh menjadi gerakan yang membawa manfaat besar bagi masyarakat.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan