Garut, MNP – Menjelang perayaan Hari Kemerdekaan RI ke-80, suasana pasar dan pinggir jalan di berbagai kota/kabupaten mulai semarak oleh deretan pedagang atribut kemerdekaan.
Bendera Merah Putih, umbul-umbul, kaos bernuansa nasionalisme, hingga beragam aksesoris khas HUT RI menjadi incaran masyarakat, Selasa (12/08/2025).
Salah satu yang turut merasakan berkah musim kemerdekaan adalah Atep Selamet (40), warga Kampung Tamiang Kuning RT 01 RW 01, Cipancar, Kecamatan Leles, Garut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemilik Toko Aisah Bendera ini telah merintis usahanya sejak 2007 dan kini menjadi salah satu pemasok utama atribut kemerdekaan ke berbagai wilayah Indonesia — mulai dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Surabaya, Bali hingga Papua.
Barang dagangannya beragam, mulai dari bendera berbagai ukuran, background dekorasi, umbul-umbul, medali, gantungan kunci, hingga pernak-pernik kemerdekaan lainnya.
Semua dipasarkan baik secara langsung maupun melalui penjualan online, termasuk via marketplace Shopee.
Musim kemerdekaan tahun ini menjadi momen emas bagi Atep. Omzetnya menembus angka fantastis: Rp1,4 miliar selama periode Agustus.
Namun, setelah dipotong biaya produksi, gaji karyawan, dan operasional, pendapatan bersih diperkirakan sekitar Rp950 juta. Meski begitu, Atep merendah.
“Alhamdulillah wasyukurillah, angka itu biasa saja bagi saya karena sebagian besar diputar kembali untuk modal. Yang terpenting, saya bisa membantu membuka lapangan pekerjaan bagi saudara, tetangga, dan warga sekitar. Harapannya, angka pengangguran di Garut bisa sedikit berkurang,” ujarnya kepada wartawan.
Atep pun mengajak masyarakat, baik dari Garut maupun seluruh Indonesia, untuk memesan atribut kemerdekaan melalui Toko Aisah Bendera.
“Pesanan bisa partai kecil atau besar, datang langsung ke toko di Jalan Tamiang Kuning RT 01 RW 01 Cipancar, Leles, atau pesan lewat online,” pungkasnya.
Di tengah gegap gempita kemerdekaan, kisah sukses Atep menjadi bukti bahwa semangat nasionalisme tidak hanya diwujudkan dalam kibaran bendera, tetapi juga dalam kerja keras, kreativitas, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
![]()
Penulis : DK
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan