Warga Khawatir, Truk Bermuatan Bambu Masih Bebas Melintas di Jalanan Kota Pemalang

Senin, 4 Agustus 2025 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang, MNP – Kendaraan truk dengan muatan ratusan batang bambu runcing di bagian ujungnya serta tanpa dilengkapi pengaman masih bebas melenggang di jalanan Kota Pemalang.

Hal ini banyak dikhawatirkan pengguna jalan lainnya, pasalnya sewaktu-waktu bisa menyebabkan celaka.

Kondisi jalan raya Gatot Subroto terutama di perempatan Traficlight Sirandu Pemalang, setiap harinya padat dilalui berbagai macam kendaraan dan berbagai arah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun masih bebas melintasnya truk pembawa ratusan batang bambu dari arah selatan menuju kota Pemalang banyak dikawatirkan Masyarakat pengguna jalan.

Pasalnya, selain di samping runcing di bagian ujungnya, kendaraan truk ini juga tidak dilengkapi pengamanan yang memadai.

Salah seorang warga yang setiap harinya melewati jalan tersebut bernama Darus (50) cemas ketika harus berada di belakang truk pembawa bambu tersebut.

“Saya khawatir kalau lengah sedikit pengendara bisa tertusuk bambu runcing tersebut, mengerikan,” ujarnya, Senin (4/8/2025).

Sementara itu Kanit Gakkum Satlantas Polres Pemalang Ipda Widodo Apriyanto ketika dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya belum menanggapi pengaduan tersebut. “Terimakasih atas informasinya,” jawab Widodo singkat.

Seperti diketahui, bahwa muatan yang dapat diangkut kendaraan tertentu, sudah tertera di buku manual dengan spesifikasi berat maksimum.

Ketentuan ini ditujukan agar mobil tetap bisa digunakan secara aman tanpa membebani kendaraan secara berlebihan.

Selain itu, angkutan dengan muatan berlebih juga dapat mengganggu pengguna jalan lain. Sehingga penting membangun kesadaran para pengguna angkutan agar tidak mengangkut muatan lebih dari ketentuan.

Pantauan awak media, hampir setiap hari dari pagi hingga sore kendaraan dengan over dimension overload atau melebihi kapasitas muatan, baik truk bermuatan tebu, bambu dan material tanah, masih bisa melenggang bebas.

Kondisi itu terpantau sangat membahayakan kendaraan di belakangnya.

Loading

Penulis : Ragil

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Skandal Video Call di Tasikmalaya, Rayuan Maut Penagih Utang Berujung Laporan Polisi
Pernikahan Massal Katolik di Ampah: 14 Pasangan Resmi Terikat Sakramen Perkawinan
Eksotisme Galunggung Memikat Ratusan Peserta Fun Trekking ‘Explore Nature Feel The Energy’
Aturan APBD 2027 Mengancam? Ini Jawaban DPRD Garut untuk Para Guru PPPK
PKN Enrekang Bongkar Dugaan Pungli: Jalan Provinsi Jadi Ladang Parkir Liar Pemkab
Uji DNA Identik dengan Bayi, Ungkap Kakek Korban sebagai Pelaku di Sidomulyo
Diduga Buang Limbah Ilegal, LSM JSI dan SBT Laporkan Perusahaan di Tasikmalaya
Viral Aksi Dugaan Kekerasan di Medsos, Dandim 0612/Tasikmalaya Bantah Keterlibatan Anggota

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 13:20 WIB

Skandal Video Call di Tasikmalaya, Rayuan Maut Penagih Utang Berujung Laporan Polisi

Minggu, 19 April 2026 - 18:10 WIB

Pernikahan Massal Katolik di Ampah: 14 Pasangan Resmi Terikat Sakramen Perkawinan

Minggu, 19 April 2026 - 16:56 WIB

Eksotisme Galunggung Memikat Ratusan Peserta Fun Trekking ‘Explore Nature Feel The Energy’

Minggu, 19 April 2026 - 15:33 WIB

Aturan APBD 2027 Mengancam? Ini Jawaban DPRD Garut untuk Para Guru PPPK

Minggu, 19 April 2026 - 15:03 WIB

PKN Enrekang Bongkar Dugaan Pungli: Jalan Provinsi Jadi Ladang Parkir Liar Pemkab

Berita Terbaru

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Garut, Asep Rahmat

Berita terbaru

Aturan APBD 2027 Mengancam? Ini Jawaban DPRD Garut untuk Para Guru PPPK

Minggu, 19 Apr 2026 - 15:33 WIB