Kepala SD di Sukaratu Tasikmalaya Bantah Isu Penyimpangan Dana BOS

Kamis, 19 Juni 2025 - 20:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Sejumlah kepala sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) di wilayah Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, angkat bicara terkait beredarnya isu miring yang menyasar kinerja mereka dalam pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Isu tersebut menyebutkan adanya dugaan ketidakterbukaan, penyimpangan, hingga pengelolaan yang tidak sesuai prosedur dalam pemanfaatan dana BOS, Kamis (19/06/2025).

Deni, S.Pd., dengan sapaan (Eyang) salah satu kepala sekolah yang juga menjabat sebagai Plt Kepala SDN Gunungsari, menyatakan rasa kecewanya atas pemberitaan yang menurutnya tidak berdasar dan tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.

“Saya sangat menyayangkan adanya isu yang berkembang ini. Tuduhan-tuduhan itu tidak memiliki bukti yang jelas dan cenderung mendiskreditkan kami sebagai kepala sekolah,” kata Eyang.

“Semua pengelolaan dana BOS kami lakukan sesuai juknis (petunjuk teknis) dan selalu melalui rapat komite dan dokumentasi lengkap,” ujarnya saat diwawancarai oleh Media Nasional Potret.

Di waktu yng sama mantan Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Sukaratu, H. Ombi Romli, S.Pd., juga menyatakan kekesalannya atas opini yang berkembang di masyarakat.

Menurutnya, informasi yang tersebar sangat mengada-ada dan mencemarkan nama baik para pendidik yang telah berupaya menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Ombi merasa geram dan kecewa. Pasalnya, isu-isu itu tidak benar dan sangat tendensius. Ini seakan-akan membunuh karakter para kepala sekolah di Sukaratu.

“Jika memang ada yang tidak puas, mari dibuktikan secara terbuka dan profesional, bukan dengan menyebarkan opini negatif,” tegasnya.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh salah satu kepala sekolah lain yang akrab disapa Epu. Ia mengatakan bahwa berita tersebut tidak mencerminkan fakta dan sangat merugikan secara moral bagi para kepala sekolah yang telah bekerja keras untuk dunia pendidikan.

Epu berharap masyarakat dan pihak-pihak terkait tidak langsung mempercayai informasi yang belum terbukti.

“Kami terbuka jika ada pemeriksaan atau klarifikasi. Jangan sampai isu ini mengganggu fokus dan semangat kami dalam mendidik anak-anak,” ujarnya.

Ketiga tokoh pendidikan ini kompak meminta agar pemberitaan yang tidak berimbang tersebut segera diluruskan.

Mereka juga mengajak media massa untuk bersikap adil, profesional, dan mengedepankan prinsip klarifikasi sebelum menyebarluaskan informasi ke publik.

Loading

Penulis : DHS

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Diduga Tumpang Tindih, Proyek Klaim CV BK Mengarah pada Tanggung Jawab Perbaikan CV CN
Ketua IWO Inhu Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Dugaan Penganiayaan Warga di Lahan Eks PT SAL
Tekan Angka Stunting, Puskesmas Bungursari Gelar Pembekalan PMT Berbahan Pangan Lokal
Turun ke Sawah dan Tinjau Jalan Desa, Bupati Inhu Perkuat Swasembada Pangan dari Kuala Cenaku
Perkuat Zero HALINAR, Lapas Cipinang Hadirkan SILA sebagai Solusi Komunikasi Resmi Warga Binaan
Kenali dan Gauli Alam Kita, Ketahui Manfaat Tanaman Herbal di Sekeliling Rumah
Puluhan Wartawan Datangi SMPN 1 Petarukan, Ini Penjelasannya
Pria Asal Cigantang Tasikmalaya Ditemukan Tak Bernyawa, Polisi Dalami Motif Korban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:36 WIB

Diduga Tumpang Tindih, Proyek Klaim CV BK Mengarah pada Tanggung Jawab Perbaikan CV CN

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:55 WIB

Ketua IWO Inhu Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Dugaan Penganiayaan Warga di Lahan Eks PT SAL

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:34 WIB

Tekan Angka Stunting, Puskesmas Bungursari Gelar Pembekalan PMT Berbahan Pangan Lokal

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:01 WIB

Turun ke Sawah dan Tinjau Jalan Desa, Bupati Inhu Perkuat Swasembada Pangan dari Kuala Cenaku

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:48 WIB

Perkuat Zero HALINAR, Lapas Cipinang Hadirkan SILA sebagai Solusi Komunikasi Resmi Warga Binaan

Berita Terbaru