Tasikmalaya, MNP – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bekerjasama dengan Komisi 13 DPR-RI mengadakan acara Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila kepada Kelompok Masyarakat di Aula Ibadurrohman Hall Center Kota Tasikmalaya, Selasa (17/06/2025).
Pasalnya, negara Indonesia mempunyai sekian banyak konsensus dasar negara, salah satunya Pancasila dan di luar Pancasila ada UUD 45 terkait negara kesatuan Republik Indonesia, Bhineka Tunggal Ika, Lagu Kebangsaan Indonesian Raya, Bendera Merah Putih.
Mohamad Sohibul Iman Anggota DPR RI Komisi 13 mengatakan, itu semuanya konsensus dasar negara Indonesia, sehingga Pancasila tentu saja merupakan sentral dari konsensus dasar bernegara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau menurut UNESCO ada tujuh keajaiban dunia seperti Borobudur, Piramida dan lainnya yang sesuatu masa lalu, tetapi sesungguhnya di sini menurut saya sekarang ada satu the living miracle. Satu keajaiban yang masih hidup masih ada, kejadian itu adalah negara Republik Indonesia,” jelasnya.
Politikus PKS ini menjelaskan kenapa dirinya menyebut keajaiban dunia yang hidup, karena negara yang paling kokoh dan paling majemuk serta masih bertahan utuh dengan suku bangsa ratusan adat istiadat ratusan agama juga berbeda.
“Tapi berkat rahmat Alloh SWT tetap bersatu di bawa bendera merah putih NKRI dan ini merupakan keajaiban dunia,” ujar.
Menurut Mohamad Sohibul Iman, Indonesia bisa bertahan seperti ini karena negara memiliki konsensus dasar bernegara yang dipegang hingga sekarang. Salah satunya adalah pancasila yang berisikan kepada 5 sila.
“Jika ke 5 sila bisa terus merealisasikan Indonesia bisa bertahan. Semoga Indonesia tetap ada hingga akhir kehidupan kita,” jelas Mohamad Sohibul Iman.
Di tempat sama Toto Purbianto dari BPIP menyampaikan bahwa, lembaganya terbentuk tahun 2017 untuk wadah pembinaan ideologi pancasila. Ketika di zaman presiden jokowi 2018 ditingkatkan menjadi badan dipimpin oleh Prof. Yudian Wahyudi rektor Sunan Kalijaga.
Secara umum lanjut Muhamad Sohibul Iman, tugasnya mengawal pembuatan perda supaya semua setara, menyusun arah kebijakan dan peta jalan yang utama yang hadir di masyarakat, supaya bisa berinteraksi langsung.
Ya, bagaimana kita turun ke masyarakat dan berkolaborasi dengan DPR-RI, karena negara ni adalah pancasila seperti salam pancasila ada arti yg lain semua harus menjadi satu didalam ke 5 sila, tidak bisa dipisahkan, disini adalah wujud nyata antara BPIP dan DPR-RI interaksi langsung ke masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut menghadirkan para narasumber yang berkompeten, selain Mohamad Sohibul Iman dari DPR RI dan Toto Purbianto dari BPIP, nampak juga Prof, Dr H. Kartawan yang merupakan mantan dari Rektor Universitas Siliwangi Kota Tasikmalaya.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan