Kepala DPPKBP3A Garut: Pentingnya Perlindungan Khusus Anak di Satuan Pendidikan

Kamis, 20 Maret 2025 - 17:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, MNP – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Garut, Yayan Waryana, menekankan pentingnya perlindungan khusus anak di satuan pendidikan.

Hal itu dikatakannya dalam acara Workshop Perlindungan Khusus Anak di Satuan Pendidikan yang digelar di Aula SMPN 1 Garut, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (19/3/2025).

Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai hak-hak anak, cara mencegah dan menangani berbagai bentuk kekerasan di lingkungan sekolah, serta bagaimana mekanisme perlindungan anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Yayan Waryana menyampaikan rasa bahagia dapat bersilaturahmi dalam acara yang sangat penting ini.

Ia menerangkan bahwa isu kekerasan seksual pada anak merupakan permasalahan yang harus ditangani bersama.

Sekolah sebagai lingkungan yang aman dan nyaman bagi siswa untuk belajar dan mengembangkan diri, namun kenyataannya masih menunjukkan banyak terjadi kasus kekerasan seksual di lingkungan sekolah.

 

“Kasus kekerasan pada anak tidak hanya berdampak pada perubahan fisik dan psikologis, tetapi juga menghambat masa depan generasi muda kita,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, jumlah laporan kekerasan anak yang didampingi oleh DPPKBPPPA Kabupaten Garut tercatat 130 kasus pada tahun 2023 dan 110 kasus pada tahun 2024 (hingga 9 Desember 2023). Tingginya angka laporan ini menunjukkan keberanian anak-anak untuk melapor.

 

“Perlindungan anak di satuan pendidikan menjadi prioritas utama dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Sekolah sebagai institusi pendidikan memiliki tanggung jawab dalam memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan haknya untuk belajar tanpa ancaman,” tegasnya.

 

Pemerintah Kabupaten Garut berkomitmen untuk terus mendukung upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual serta penurunan angka perkawinan anak melalui berbagai program dan regulasi yang berpihak pada perlindungan anak dan perempuan.

 

Yayan Waryana mengapresiasi penyelenggaraan workshop ini sebagai langkah nyata dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama generasi muda di lingkungan satuan pendidikan, agar memiliki pemahaman yang lebih baik tentang penanganan kekerasan pada anak. Ia berharap workshop ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga melahirkan komitmen dan aksi nyata dalam mencegah penanganan kekerasan seksual pada anak.

“Mari kita sama-sama mewujudkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan lebih siap dalam membangun masa depan yang lebih baik,” ajaknya.

Dalam kesempatan yang sama, Yayan Waryana menjelaskan delapan fungsi keluarga dalam mendukung perkembangan anak, yaitu fungsi keagamaan, perlindungan, kasih sayang, pendidikan, ekonomi, kesehatan, reproduksi, sosial budaya, dan pemeliharaan lingkungan yang sehat.

Salin itu, Kepala Sekolah SMPN 1 Garut, R. Yusuf Satria, menyampaikan apresiasi kepada DPPKBPPPA Kabupaten Garut atas kepercayaan yang diberikan kepada SMPN 1 Garut.

Ia berharap workshop ini menjadi percontohan dan mengimbau siswa untuk senantiasa melaksanakan cara mencegah dan menangani berbagai bentuk kekerasan di lingkungan sekolah.

Loading

Penulis : M.Karno

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Drama 2x Adu Penalti! UNIMEN Taklukkan Tuan Rumah & UMPAR, Sabet Juara Rektor Cup III UNISMUH 2026
Refleksi Pemikiran Bung Karno, PDIP Kota Tasikmalaya Bakal Gandeng Akademisi dan Aktivis Mahasiswa
Warga Geger! Polsek Malangbong Cek Penemuan Mayat Mr. X di Blok Rengrang
Ketika Doa Menjadi Pondasi: Jembatan Garuda Merah Putih Siap Menyatukan Dua Kampung di Tamansari
Bukti Nyata Wakil Rakyat Hadir, Anggota DPR-RI Rizal Bawazier Desak RUU Perkoperasian
Sering Mati dan Keruh, Pelanggan Perumda Air Minum Leuwiliang Kecewa
Bupati Franc Bernhard Tumanggor Dukung Penuh Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Pakpak Bharat
Kekompakan Warga Perum Mutiara Citra Tasikmalaya, Sambut Peringatan 1 Muharam 1448 H

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:29 WIB

Drama 2x Adu Penalti! UNIMEN Taklukkan Tuan Rumah & UMPAR, Sabet Juara Rektor Cup III UNISMUH 2026

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:55 WIB

Refleksi Pemikiran Bung Karno, PDIP Kota Tasikmalaya Bakal Gandeng Akademisi dan Aktivis Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:52 WIB

Warga Geger! Polsek Malangbong Cek Penemuan Mayat Mr. X di Blok Rengrang

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:38 WIB

Ketika Doa Menjadi Pondasi: Jembatan Garuda Merah Putih Siap Menyatukan Dua Kampung di Tamansari

Sabtu, 20 Juni 2026 - 12:01 WIB

Bukti Nyata Wakil Rakyat Hadir, Anggota DPR-RI Rizal Bawazier Desak RUU Perkoperasian

Berita Terbaru