Prabowo Gelontorkan Dana Rp.31,8 Triliun untuk Lampung di RAPBN 2025, Selaras Visi Gubernur Terpilih Mirza dan Jihan

Senin, 27 Januari 2025 - 09:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung, MNP – Pemerintah mengalokasikan pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 sebesar Rp31,81 triliun untuk Provinsi Lampung.

Alokasi ini selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto dan perjuangan Gubernur serta Wakil Gubernur Lampung terpilih 2025-2030, Rahmat Mirzani Djausal dan Jihan Nurlela (Mirza-Jihan).

Anggaran tersebut terdiri dari Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp23,05 triliun dan Belanja Pemerintah Pusat (BPP) Rp8,76 triliun.

Alokasi TKD meliputi Dana Bagi Hasil (DBH) Rp701,3 miliar, Dana Alokasi Umum (DAU) Rp14,30 triliun, Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Rp1,12 triliun, DAK Non Fisik Rp4,51 triliun, insentif fiskal Rp1,26 triliun, dan Dana Desa Rp2,27 triliun.

Sementara itu, BPP di Lampung terdiri dari belanja pegawai Rp4,1 triliun, belanja barang Rp3,2 triliun, belanja modal Rp1,3 triliun, dan belanja bantuan sosial (bansos) Rp45,11 miliar. Total BPP ini akan disalurkan kepada 440 satuan kerja, 4 KPPN, dan 43 kementerian/lembaga.

Fokus Pembangunan 2025

Menurut Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Provinsi Lampung, Mohammad Dody Fachrudin, alokasi TKD pada 2025 naik 2,75% dibandingkan tahun sebelumnya.

Sedangkan BPP justru mengalami penurunan sebesar 21,42%. Namun, penyesuaian ini dilakukan dengan empat fokus utama:

1. Efisiensi belanja barang non operasional.

2. Mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.

3. Mendorong mobilitas dan produktivitas.

4. Mendukung perlindungan sosial yang berkeadilan.

Tantangan Mirza-Jihan

Mirza-Jihan mewarisi tantangan besar berupa tren defisit APBD. Berdasarkan laporan Pansus DPRD Lampung, defisit APBD 2023 mencapai Rp1,4 triliun dengan gagal bayar sebesar Rp580 miliar pada 2024.

Gagal bayar ini berdampak pada terhentinya ratusan proyek pembangunan, termasuk di Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Namun, dengan dukungan alokasi APBN yang besar serta kepemimpinan yang optimis, duet Mirza-Jihan diharapkan mampu “membunuh” tren defisit ini dan membawa perubahan besar bagi Lampung.

Modalitas Kemenangan Besar

Mirza-Jihan mencetak sejarah dengan raihan suara 3.300.681 atau 82,69% pada Pilgub 2024. Sebagai perwakilan Partai Gerindra, pasangan ini didukung penuh oleh pemerintahan pusat di bawah Presiden Prabowo Subianto.

Harapannya, sinergi ini mampu mendorong percepatan pembangunan dan mengatasi berbagai permasalahan keuangan daerah. Semoga perubahan besar segera terwujud bagi Provinsi Lampung.

Loading

Penulis : Basir

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Aliansi UMKM Bogor Raya Demo BRI KCP Sindang Barang, Desak Bank Jangan Persulit KUR
Aliansi Gemarindra Kepung Gedung DPR-RI dan BPK, Desak Audit Tiga Nama Pejabat
Kuasa Hukum Kings Family Karaoke Tegaskan Siap Tempuh Jalur Hukum Jika Terjadi Penutupan
Dualisme Manajemen Plus Kepemimpinan di Terminal Bubulak Diduga Memicu Masalah Kompleks
Klarifikasi Belum Terjawab, PH Yadi-Subarno Soroti Pernyataan Luasan 11 Hektare
Kenaikan Pangkat 63 Prajurit Kodim 0612/Tasikmalaya: Pangkat Bertambah, Tanggung Jawab Ikut Menguat
Soal Isu Beli Kursi Mahasiswa Baru, Dosen UNSIL Beri Klarifikasi dan Beberkan Kronologi
CV Assalam Family Salurkan Santunan untuk Lansia, Guru Madrasah dan Anak Putus Sekolah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:21 WIB

Aliansi UMKM Bogor Raya Demo BRI KCP Sindang Barang, Desak Bank Jangan Persulit KUR

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Aliansi Gemarindra Kepung Gedung DPR-RI dan BPK, Desak Audit Tiga Nama Pejabat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Kuasa Hukum Kings Family Karaoke Tegaskan Siap Tempuh Jalur Hukum Jika Terjadi Penutupan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Dualisme Manajemen Plus Kepemimpinan di Terminal Bubulak Diduga Memicu Masalah Kompleks

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:21 WIB

Klarifikasi Belum Terjawab, PH Yadi-Subarno Soroti Pernyataan Luasan 11 Hektare

Berita Terbaru