Dokter RSUD Arifin Achmad Lakukan Malpraktek? Pasien Meninggal Diduga Salah Tindakan 

Rabu, 13 November 2024 - 17:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru, MNP – Nasib tragis dialami oleh pasien Muhammad Fadli Ramadan Kar yang diduga menjadi korban malpraktek oknum dokter di RSUD Arifin Achmad.

Pasien yang menderita penyakit paru-paru tersebut awalnya pada tanggal 22 September 2024 sekitar jam 17.00 Wib dirujuk dari Rumah Sakit Eka Hospital Kota Pekanbaru Provinsi Riau ke RSUD Arifin Achmad.

Sebelum dirawat, awalnya pasien bisa berjalan normal, namun setelah dirawat lima hari di RSUD Arifin Achmad jadi tidak bisa berjalan hingga harus menghembuskan nafas terakhirnya.

Doktor Juanto Ahli Jantung RSUD Arifin Achmad mengatakan, di beberapa aliran darah pasien ada Trombus pembekuan darah tiga titik.

Muhammad Fadli Ramadan Kar

Maka, dokter Juanto memberi suntikan di perut pasien selama lima hari berturut tutur dan hasilnya darah yang membeku ditiga titik belum juga encer.

Selanjutnya pasien dilanjut pengobatan melalui Radioterapi satu kali, lalu di sinar sebanyak lima kali selama lima hari.

Begitu selesai di sinar doktor Juanto langsung mengecek pasien melalui USG untuk melihat trombus darah yang membeku di tiga titik. Hasilnya sudah mulai mengencer dan trombus sudah mengecil.

Setelah itu baru dokter paru Sri Melati dan doktor Nanda memasang selang di bawah ketiak kiri pasien, guna lebih mudah membuang cairan yang ada di paru pasien.

Ternyata setelah di pasang melalui doktor bedah dengan oprasi kecil, rupanya salah tempat pemasangan selang kecil.

Lalu doktor yang masih dalam pendidikan itu mencoba untuk mengeluarkan cairan dan ternyata cuma mendapat lima puluh milimeter.

Keesokan harinya pasien mengeluh ada pendarahan di bagian antara selang dan badan pasien. Orang tua pasien pun langsung memberi tahu kepada perawat yang bertugas.

Tidak lama kemudian datanglah dua orang yang masih dalam tahap pendidikan yang satu jurusan paru,yang satu lagi jurusan bedah.

Setelah di cek kedua dokter dan diperbaiki, pasien menjerit kesakitan, lalu doktor suruh dokter yang lain untuk mengambil alat USG utuk mengecek tempat selang di pasang ini banyak cairan apa tidak.

Setelah di cek ternyata tidak di temukan ada cairan, maka di cek lagi di bagian lain rupanya yang banyak cairan jauh dari tempat selang di pasang.

Saat dikonfirmasi Edi selaku orang tua pasien memutuskan untuk di cabut kembali selang yang dibawah ketiak itu karena lobang yang dibuat untuk mengeluarkan cairan itu tidak pada tempatnya.

Namun ada yang aneh kok lobang bekas selang tersebut tidak di beri obat makanya bekas selang itu infeksi dan pendarahan.

Edi selaku orang tua kandung pasien meminta kepada pihak RSUD Arifin Achmad bertanggung jawab atas meninggalnya Muhammad Fadli Ramadan Kar.

“Saya minta pihak RSUD Arifin Achmad untuk tanggungjawab sehingga anak saya meninggal atas kinerja dokter yang sudah mengoperasi tidak tepat sasaran yang dituju.

Diketahui, pasien keluar dari RSUD Arifin Achmad tanggal  17 Oktober 2024 dan meninggal di RSUD Rengat tanggal 26 Oktober 2024 jam 12.00 wib Siang hari Sabtu.

Loading

Penulis : Jun

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Tinjau Sawah 78 Hektare di Teluk Sungkai, Wabup Inhu Komitmen Penuhi Kebutuhan Petani
Apresiasi Kelulusan 100%, SMPN 16 Kota Tasikmalaya Kalungkan Medali untuk 274 Siswa
Silaturahmi RT dan RW Se-Desa Kadipaten, Kades Ajak Warga Jaga Persatuan dan Kesatuan
Polisi Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Tambang Ilegal ke Kejari Lampung Selatan
Tito A. Purnomo Siap Bangun Hubungan Harmonis dengan Masyarakat Desa Buniasih
Dua Kecamatan di Inhu Dikepung Penambang Emas Ilegal, Polda Riau dan Kapolres Didesak Turun Tangan
Tantangan Ekonomi Kota Tasikmalaya: Di Tengah Kenaikan BBM Non-Subsidi dan Tuntutan Efisiensi Anggaran
Dugaan Proyek Fiktif di Bartim Menggurita, Setelah Badampu-Bantayum, Muncul “Peningkatan Jalan Inspeksi D.I Pangkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:29 WIB

Tinjau Sawah 78 Hektare di Teluk Sungkai, Wabup Inhu Komitmen Penuhi Kebutuhan Petani

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:30 WIB

Apresiasi Kelulusan 100%, SMPN 16 Kota Tasikmalaya Kalungkan Medali untuk 274 Siswa

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:06 WIB

Silaturahmi RT dan RW Se-Desa Kadipaten, Kades Ajak Warga Jaga Persatuan dan Kesatuan

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:39 WIB

Polisi Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Tambang Ilegal ke Kejari Lampung Selatan

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:06 WIB

Tito A. Purnomo Siap Bangun Hubungan Harmonis dengan Masyarakat Desa Buniasih

Berita Terbaru